PSIS hanya
mengandalkan tiga striker lokal di lini depan saat melawat ke markas PS
Bangka di Stadion Orom Sungailiat, Jumat (28/6). Penyerang berdarah Bali
I Nyoman Sukarja, eks PON Jateng 2012 Hari Nur dan striker kuat
bertenaga Roby Fajar mengemban misi menciptakan gol.
Hal itu
dikarenakan, Addison Alves yang digadang-gadang dapat tampil, masih
berkutat pada cedera. Pemain berdarah Brasil itu harus menepi lantaran
robek di tumit kanannya tak kunjung sembuh. Meski terkesan terlambat,
dokter tim akhirnya memutuskan menjahit luka mengaga itu, hari ini.
Diperkirakan,
robek yang didapat saat tampil melawan PSCS, Senin (17/6) itu, baru
akan kering dalam empat lima hari ke depan. Bila memungkinkan, akan
diturunkan saat tim kebanggaan warga Kota Semarang menjamu Persebaya
Surabaya di Stadion Jatidiri, Rabu (3/7).
''Sebenarnya kami
membutuhkan tenaga Alves di 12 besar. Namun apa boleh buat, dia tidak
dalam kondisi terbaik. Harus bersitirahat untuk mememulihkan cederanya.
Bila ditanya apakah merugikan tim, tentu saja kami sangat merugi.
Karena, kami butuh kekuatan terbaik untuk mencuri poin di Bangka,''
tutur Pelatih PSIS Firmandoyo.
Tak dapat dipungkiri,
ketergantungan terhadap Alves mulai terjadi sejak paruh kedua Divisi
Utama musim ini. Dalam tujuh penampilannya, striker 31 tahun itu mampu
mengemas enam gol. Sebenarnya, dia berpeluang menambah pundi-pundi
golnya, bila dapat tampil di laga perdana 12 besar.
Melihat
kondisi saat ini, Firmandoyo harus dapat mempercayakan lini depan kepada
penyerang lokal. Meski belum sempurna, penampilan Hari Nur juga tidak
terlalu buruk. Penyerang bernomor punggung 22 itu mampu mengemas enam
gol, sama dengan Alves.
Roby dan Sukarja juga telah pecah telur.
Roby yang dikenal memiliki tenaga kuat telah mengoleksi tiga gol
sedangkan Sukarja satu gol. Keduanya memang lebih sering menghangatkan
bangku cadangan, namun kerap kali memecah kebuntuan saat diturunkan.
"Kami
menaruh harapan kepada penyerang-penyerang lokal untuk dapat
menciptakan gol. Meski akan lebih berat, peluang untuk pulang dengan
kepala tegak belum tertutup. Anak-anak memiliki motivasi yang besar
untuk mewujudkannya," tandas pelatih asal Semarang itu.
Daya
dobrak juga akan dibantu gelandang-gelandang dengan tipikal penyerang.
Sebut saja Imral ''Korea'' Usman, M Irfan, I Gede Jeno, atau gelandang
Ronald Fagundez. Para pemain ini kerap memberikan tekanan ke jantung
pertahanan lawan, saat striker mendapatkan pengawalan ketat.

