![]() |
| Official dan pemain PSP Padang (sportanews) |
Pelatih PSP Syafrianto Rusli menyebut harus membawa semua pemain karena kompetisi dilaksanakan dengan system home tournament dan pemain rentan cedera. Selain itu, saat ini, tak ada pemain cedera sehingga tak ada alasan untuk tak dibawa.
Pasukan Pendeka Minang berangkat ke Kuansing, Rabu (22/5) pagi dengan menempuh perjalanan darat sekitar delapan jam, seperti dijelaskan Syafrianto, Selasa (20/5).
Syafrianto juga tak ingin mengambil risiko apapun dengan hanya membawa sebagian pemain. Pasalnya, PSP tak ingin melepaskan posisi puncak klasemen sampai putaran kedua berakhir.
Dengan menyiapkan semua pemain, baik teknik, fisik dan mental, diharapkan akan mampu meningkatkan peforma Satriafery dan kawan-kawan sebelum beragkat dan sesampai di ibukota Kabupaten Kuantan Singingi itu.
Manajer PSP Agus Suardi mengakui ia tak ingin menyisakan pemain di Padang, karena selama ini semuanya sudah menyatu. “Kami tak mungkin meninggalkan satu atau dua pemain, meski selama ini belum pernah diturunkan. Ini akan menggangu mental mereka baik yang berangkat maupun yang ditinggal,” kata Abim –panggilan Agus Suardi.
Meski berlaga di kandang pesaing utama PSP, Persiks Kuantan, Abim tetap yakin kalau anak-anaknya akan mampu mempertahankan keunggulan yang dibawa dari Padang. Lagi pula, alasan karyawan PT Telkom ini, lawan-lawan yang akan dihadapi tetap sama dengan putaran pertama.
“Semua tim sudah saling kenal dan saling paham dengan permainan masing-masing. Siapa yang pintar memanfaatkan sekecil apapun kesalahan lawan, maka ialah yang akan memenangkan pertandingan. Selain itu kami berusaha untuk tidak membuat kesalahan sekecil apapun, seperti yang pernah dilakukan di Padang,” katanya. (Sportanews)


