Manajemen Persip
Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mencoret dua dari tiga pemain pelamar yang
dipersiapkan tampil pada putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga
Indonesia 2014.
Pelatih Persip Kota Pekalongan, Sugeng Widodo di Pekalongan, Kamis, menganyebutkan, dua pelamar yang dicoret tersebut, yaitu Anderson dan Ikhsan karena mereka tidak bisa memenuhi standar yang ditetapkan oleh manajemen tim 'Laskar Kalong".
"Fisiknya kurang memadai dan kualitasnya pun masih di bawah standar pemain yang sudah dimiliki Persip," katanya.
Menurut dia, pemain pelamar yang masih dipertahankan, adalah Michael Salaka tetapi pemain berasal dari Ternate masih terus dalam pantauan apakah kemampuan individu maupun 'skill' bisa di atas rata-rata pemain lokal lainnya.
"Jika kemampuan individu maupun 'skill' kurang dari yang diharpkan oleh manajemen maka bisa saja dicoret," katanya.
Ia mengatakan seleksi pemain pelamar akan dilaksanakan hingga 30 Mei mendatang sehingga manajemen masih bisa menentukan siapa yang layak bergabung dengan tim "Laskar Kalong" atau tidak.
Saat ini, kata dia, Persip masih membutuhkan pemain sayap dan bek kiri sedang untuk posisi "striker" akan diserahkan pada manajemen.
Ia mengatakan dengan bergabung kembali pemain asal Pantai Gading, Siaka Dembelle yang sebelumnya sempat tidak bisa diturunkan karena masalah surat administrasi dan Sanau Salia akan makin memperkokoh lini belakang dan depan Persip pada laga putaran kedua nanti.
"Saat ini, kami juga memfokuskan latihan soal kerja sama tim dan peningkatan 'skill' individu, terutama dalam penguasaan bola dan umpan pada rekannya," katanya. (Antara)
Pelatih Persip Kota Pekalongan, Sugeng Widodo di Pekalongan, Kamis, menganyebutkan, dua pelamar yang dicoret tersebut, yaitu Anderson dan Ikhsan karena mereka tidak bisa memenuhi standar yang ditetapkan oleh manajemen tim 'Laskar Kalong".
"Fisiknya kurang memadai dan kualitasnya pun masih di bawah standar pemain yang sudah dimiliki Persip," katanya.
Menurut dia, pemain pelamar yang masih dipertahankan, adalah Michael Salaka tetapi pemain berasal dari Ternate masih terus dalam pantauan apakah kemampuan individu maupun 'skill' bisa di atas rata-rata pemain lokal lainnya.
"Jika kemampuan individu maupun 'skill' kurang dari yang diharpkan oleh manajemen maka bisa saja dicoret," katanya.
Ia mengatakan seleksi pemain pelamar akan dilaksanakan hingga 30 Mei mendatang sehingga manajemen masih bisa menentukan siapa yang layak bergabung dengan tim "Laskar Kalong" atau tidak.
Saat ini, kata dia, Persip masih membutuhkan pemain sayap dan bek kiri sedang untuk posisi "striker" akan diserahkan pada manajemen.
Ia mengatakan dengan bergabung kembali pemain asal Pantai Gading, Siaka Dembelle yang sebelumnya sempat tidak bisa diturunkan karena masalah surat administrasi dan Sanau Salia akan makin memperkokoh lini belakang dan depan Persip pada laga putaran kedua nanti.
"Saat ini, kami juga memfokuskan latihan soal kerja sama tim dan peningkatan 'skill' individu, terutama dalam penguasaan bola dan umpan pada rekannya," katanya. (Antara)


