Mantan pemain asing PSLS Lhokseumawe asal Rusia, Sergey Litvinov,
dideportasi ke negaranya oleh Kantor Imigrasi Kelas I Surakarta.
Litvinov tercatat sebagai pemain belakang
Laskar Pase musim 2012-2013.
Sebelum
membela PSLS yang ketika itu berlaga di Indonesian Premier League
(IPL), ia bermain di Solo FC. Lantaran gajinya yang selama enam bulan di
PSLS tidak dibayar, ia kembali ke Solo. Nilai gaji yang tidak dibayar
adalah Rp123 juta. Di Kota Solo, hidup Sergey merana.
Lantaran
krisis finansial yang melanda klub, Sergey akhirnya berjualan jus di
Solo untuk menyambung biaya hidup, hingga akhirnya dideportasi ke
negaranya karena sudah menyalahgunakan visa kunjungan ke Indonesia.
Sergey
berkunjung untuk bekerja sebagai pemain bola di Indonesia. Dia
menggunakan visa kunjungan itu saat masuk ke Indonesia pada Desember
2012. Saat itu, Sergey dikontrak menjadi pemain PSLS Lhoksemuawe.
Kepala
Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi I
Surakarta, Darori, mengatakan pemain sepakbola asal Rusia itu
dideportasi karena melakukan sejumlah pelanggaran keimigrasian di
Indonesia.
Menurut Darori, seperti dilansir banyak media, setelah
gajinya di Lhokseumawe tidak jelas, kemudian dia balik ke Solo karena
di kota itu ia memiliki banyak teman.
“Kita tahu orang asing ikut
berjualan jus dari salah satu berita televisi. Setelah kita telusuri,
maka kegiatan itu termasuk pelanggaran karena dia bekerja dengan
berjualan es jus padahal visanya untuk kunjungan," ujarnya, Rabu.
Selain melanggar visa kunjungan untuk kegiatan bekerja, lanjut dia, Sergey juga diketahui
overstay selama satu tahun di Indonesia. "Penyebab Sergey
overstay karena menunggu gaji dibayar oleh pihak klub, tapi hingga saat ini belum dilunasi," sebut Darori. (waspada)