Laga Arema melawan tuan rumah Persiba yang sedianya dijadwalkan Sabtu
26 Januari 2013, harus mengalami penundaan. Pemunduran jadwal yang
dilakukan PT. Liga Indonesia karena adanya kick-off pembukaan Divisi
Utama.
Alhasil tidak mau berlama-lama menetap di Pulau Kalimantan, pelatih
Arema Rahmad Darmawan lebih memilih membawa anak asuhnya kembali ke
Malang.
Pelatih yang akrab disapa RD itu beranggapan daripada terlalu lama di
Kalimantan, lebih baik timnya kembali ke Malang agar bisa melakukan
persiapan dan latihan lebih maksimal.
Memang menurut jadwal yang ditetapkan PT Liga Indonesia sebelumnya
pasca menghadapi Barito, Singo Edan harus melanjutkan turnya menjamu
tuan rumah Persiba Balikpapan.
Namun dengan perubahan ini, tim pelatih Arema memiliki kesempatan
lebih lama untuk mengevaluasi permainan saat pertandingan terakhir kalah
dari Barito Putra.
RD sendiri mengaku telah melakukan evaluasi beberapa kesalahan
mendasar, yang menjadi penyebab kekalahan pertama timnya di ISL musim
ini.
Dijelaskan RD beberapa kesalahan elementer itu, diantaranya cara bertahan yang masih lemah dan penyelesaian akhir yang buruk.
Selain itu juga umpan-umpan crossing yang dilakukan para pemain sayapnya, masih kurang optimal sehingga bermasalah.
Menurut RD saat melawan Barito di menit-menit awal laga, duet Thierry
Gathuessi & Victor Igbonefo yang diplot di depan gawang Kurnia
Meiga terlalu memberikan ruang kosong bagi striker lawan.
Gol cepat Barito Putera lewat tendangan setengah salto Coulibaly
Djibril, juga karena striker Mali ini memiliki jarak tembak ideal.
Sementara di lini depan, sejumlah peluang yang didapat oleh Christian Gonzales dan Alberto Goncalves juga terbuang percuma.
Terlepas hasil buruk di kandang Barito Putra, Rahmad Darmawan masih
bisa sedikit berlega hati karena tidak ada pemainnya yang cedera ataupun
terkena akumulasi kartu kuning.


