Bontang FC bisa dibilang sebagai satu-satunya klub
peserta kompetisi Indonesia Premier League (IPL) yang masih bermasalah.
Karena itu, PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), akan memantau
secara khusus kesiapan klub asal Kalimantan Timur tersebut.
Kompetisi IPL sendiri rencananya akan mulai menggelar kickoff pada 11
Februari mendatang. PSSI sendiri sempat menyatakan, jika kompetisi IPL
musim kompetisi 2012/2013 akan diikuit oleh sekitar 16 kontestan.
Bontang FC banyak dinilai masih memiliki banyak kendala, salah satunya
belum dilunasinya pembayaran para pemain di musim kompetisi yang lalu.
Laskar Khatulistiwa, julukan Bontang FC, dikabarnya masih melakukan
penunggakan gaji kepada para pemainnya selama enam sampai tujuh bulan.
LPIS pun sangat berharap jika Bontang FC bisa dengan cepat menyelesaikan
permasalahannya tersebut. Apalagi, mengingat jalannya kompetisi musim
kompetisi 2012/2013 sudah semakin dekat. Yaitu kurang dari satu bulan
lamanya.
“Komunikasi belakangan ini memang agak susah. Kami sempat meminta
laporan keuangan untuk mengetahui data-data tunggakan gaji pemain. Tapi
mereka belum berikan dan bilang sudah lunas. Kami tidak mau begitu saya
percaya, kami butuh data pastinya,” ungkap CEO LPIS, Widjajanto.
Kabar terakhir yang muncul akhir-akhir ini, malah menyebutkan jika
Bontang FC telah mendapatkan investor untuk mendanai perjalanan Laskar
Khatulistiwa mengarungi musim kompetisi mendatang. Akan tetapi, Widja,
sapaan akrab Widjajanto, mengaku tidak mau percaya begitu saja atas
pernyataan yang disampaikan manajemen Bontang FC. LPIS sendiri berjanji
akan mengirim tim khusus untuk menginvestigasi apakah pernyataan
tersebut benar atau tidak.
“Mereka bilang ada investor. Tapi saat kami coba tanyakan
kebenarannya, mereka tidak bisa menyebutkannya secara pasti. Kami akan
coba investigasi kebenaran tersebut. Dan kami juga harus tahu berapa
jumlah pasti, tunggakan mereka kepada pemain,” jelas Widjajanto.
Sementara itu saat coba dikonfirmasi, pihak manajemen Bontang FC
mengaku jika timnya sudah melakukan berbagai persiapan. Dan salah satu
persiapan yang dilakukan Laskar Khatulistiwa menurut Sekretaris CEO
Bontang FC, Chresty Manangkoda, pihaknya sudah mengontrak beberapa
pemain. Apa yang dilakukan manajemen tambah Chresty, sebagai salah satu
bentuk jika Bontang FC memang sudah siap menghadapi musim mendatang.
“Kami sudah lakukan beberapa persiapan. Kami tidak diam dan kami
terus menerus mempersiapkan tim ini jelang diputarnya musim kompetisi
mendatang. Untuk sekarang saja, kami sudah kontrak 26 pemain. Dari
jumlah tersebut ada sekitar empat pemain asing. Hal itu bisa jadi salah
satu bukti, kalau kami pun sudah bersiap,” jelas Chresty.
Terkait masalah keuangan Bontang FC, Chresty menuturkan jika benar
bantuan akan datang dari investor asal Thailand. Namun, untuk kali ini
dirinya enggan membocorkan siapa investor tersebut. Terkait adanya
investor, Chresty hanya menjelaskan jika mantan pemain Bontang FC,
Camara Fode, yang menjadi perantara bentuk kerja sama antara Bontang FC
dan sang investor yang katanya dari Negeri Gajah Putih tersebut.
“Camara yang menghubungkan kami dengan investor atas Thailand
tersebut. Tapi sebenarnya bukan investor lebih tepatnya, tapi hanya
sponsor. Walau memang mereka berkeinginan untuk menjadi investor untuk
musim depannya lagi. Detail kepastiannya, perjanjiannya minggu ini sudah
jelas,” paparnya.
“Adapun imbalannya untuk Camara, kami akan menempatkannya sebagai
bagian dari tim. Karena kecintaannya kepada Bontang FC, dan juga
memiliki kualitas yang bagus sebagai pelatih, manajemen pun siap
menempatkannya sebagai pelatih atau asisten pelatih di Bontang FC,”
tandas Chresty. (sindonews)


