Selamat Datang | |


Breaking
    Loading ...

Kamis, 25 April 2013

Imbang, PSMS Terganjal Alih Status Pemain

By
Updated : Kamis, 25 April 2013 00.42.00
Imbang, PSMS Terganjal Alih Status Pemain

Torehan satu poin di laga perdana disyukuri pelatih kepala PSMS, Edy Syahputra.

Skuad PSMS Medan Divisi Utama LPIS bermain imbang 1-1 dalam partai tandangnya melawan PSSB Bireuen di Stadion Cot Gapu, Rabu (24/4).

Ayam Kinantan-julukan PSMS Medan, sempat unggul lebih dulu pada menit 62 lewat gol striker Jecky Pasarella. Namun, tuan rumah membuyarkan misi tiga angka tim tamu, lantaran pada menit 80 berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Royani.

Torehan satu poin di laga perdana disyukuri pelatih kepala PSMS, Edy Syahputra. Meski diakuinya hal ini di luar target tim yang ingin mengantongi hasil sempurna. Edy menyatakan timnya tak bisa tampil dengan pemain-pemain yang sudah digadangnya menjadi starting line up, karena terganjal administrasi alih status. Setidaknya ada Safri Koto, Muhammad Antony, Patriz Khan, Luis Irsandi dan Agung Prasetyo yang gagal diturunkan karena statusnya masih sebagai pemain amatir. Padahal, ada satu nama di antara pemain tersebut sejatinya sudah merumput sebagai pemain profesional musim lalu di PSMS ISL, yakni Muhammad Antony. 

"Alhamdulillah kami berhasil bisa dapat satu poin hari ini. Anak-anak sudah bermain maksimal tadi, hanya saja, faktor nonteknis yang kami hadapi tadi memang mempengaruhi penampilan tim secara keseluruhan. Makanya, kami tim pelatih berharap pengurusan surat ahli status dapat dipercepat," ujarnya.

Perubahan susunan pemain terlihat di lini belakang. Dalam sesi pemantapan latihan sebelum keberangkatan, Edy sudah memplot Agung Prasetyo yang merupakan mantan pemain PON Sumut di Riau 2012 untuk menjadi figur penting di barisan belakang bersama Irwanto. Karena alih status belum selesai, posisi Agung digantikan Sugiono. Edy tetap menggunakan formasi 4-2-3-1 dalam laga ini dengan Saktiawan Sinaga sebagai striker tunggal dan Jecky Pasarella di striker gantung.

"Ada empat pemain kami  belum keluar izin ahli statusnya dan ini membuat kami harus bermain hati-hati, karena hanya mempunyai stok tiga pemain cadangan dan plus satu penjaga gawang," lanjutnya.

Selain soal alih status pemain di dalam timnya, Edy juga menyoroti kepemimpinan wasit yang menurutnya berat sebelah ke tuan rumah. Dia menyebutkan, ada satu insiden di kotak penalti yang menyebabkan Saktiawan Sinaga jatuh tapi wasit tidak melihat jeli pelanggaran tersebut. “Ya beginilah, kami bermain di kandang lawan. Perlakukan seperti ini sering diterima tim tamu," timpalnya.

Sementara itu, sang pencetak gol PSMS, Jecky Pasarella mengaku senang bisa mencetak gol. "Ya saya senang bisa cetak gol. Tapi, sayang kami gagal menang. Mudah-mudahan ini awal yang baik bagi PSMS untuk ke depannya," ujar mantan pemain PSMS IPL dan PSM Makassar ini.

Sedangkan, Pelatih PSSB Bireuen Bachtiar Juli, mengatakan skuatnya kurang tenang memanfaatkan peluang sehingga tak bisa mencetak satu golpun di babak pertama. “Kami tampil ngotot untuk mencuri gol, tapi anak-anak kurang tenang. Tim tamu juga tim berpengalaman yang diisi pemain-pemain senior. Secara fisik kurang, tapi mereka punya pengalaman yang bisa mengatur tempo pertandingan melawan kami yang isinya pemain muda,” pungkasnya. (gk-38)

Berita Terkait

Comment