Libur latihan hampir dua minggu tidak membuat Persepar kehilangan
gereget. Terbukti, saat menjamu Arema di Stadion Tuah Pahoe,
Palangkaraya, Minggu (14/4), Laskar Isen Mulang unggul 1-0. Bayu Pradana
menjadi pahlawan tuan rumah lewat gol tunggal yang dicetaknya di menit
74.
Andai barisan penyerang Persepar lebih tenang lagi mereka bisa menang
lebih dari tiga gol. Sedikitnya tujuh peluang berhasil diciptakan Bima
Sakti dan kawan-kawan, salah satunya ketika gawang Arema dalam kondisi
melompong. Nyatanya tembakan keras yang dilepaskan pemain Persepar masih
membentur pemain belakang Arema.
"Terima kasih untuk semua pemain, karena dalam kondisi serba terbatas
seperti sekarang mereka bisa tampil maksimal. Seluruh instruksi mampu
dijalankan dengan baik," tutur pelatih Persepar Eddy Simon Badawi usai
pertandingan. Diakui mantan pelatih Bontang FC ini, fisik pemainnya
sedikit bermasalah karena cukup lama libur latihan.
Bima Sakti dalam kesempatan sama mengucapkan terima masih kepada
suporter Persepar yang tetap setia memberikan dukungan. Termasuk ketika
manajemen tengah dibelit masalah finansial. "Terima kasih untuk
kawan-kawan suporter yang terus memberikan dukungan agar tim ini tidak
bubar. Kami sebagai pemain merasa terharu atas apa yang mereka lakukan,"
papar mantan penggawa Timnas Indonesia ini.
Di lain pihak, Manajer Arema Haris Pambudi bisa menerima kekalahan
timnya. Datang ke Palangkaraya dengan hanya membawa 15 pemain, tanpa
legiun asing, dirinya maklum bila Arema tidak mampu berbuat banyak.
"Target kami sebenarnya adalah Persibo. Semoga di Bojonegoro nanti bisa
menang, atau paling tidak dapat satu poin," ujar Haris.


