Poin penuh di kandang menjadi alasan tersendiri bagi Widyantoro.
Pelatih Persis Solo ini ingin agar anak asuhnya bisa memberikan
kemenangan dalam laga melawan Persifa Fak-Fak di Stadion Manahan, Solo,
Kamis (25/4) mendatang.
“Pemain yang disiapkan kita lihat kondisinya besok. Mudah-mudahan
mereka bisa siap semua. Yang penting mereka bisa memberikan yang
terbaik,” ungkap pelatih ini, Selasa (23/4). Wiwid, demikian
panggilannya, juga sudah menyiapkan pengganti Javier Rocha, yakni Bayu
Andra.
Menurutnya, di laga kedua ini Persis Solo harus memaksimalkan laga home sebaik mungkin. “Asal anak-anak mau main dengan hati dan kerja keras, Insya Allah
bisa menang,” jelas mantan pelatih PSS Sleman ini. Disinggung soal
diturunkannya Charles Orock, Wiwid akan melihat kondisinya dulu. “Kita
lihat yang paling siap”
Persis sendiri tak mau meremehkan Persifa. Menurut Wiwid, calon
lawannya berisi pemain-pemain muda dan punya kecepatan dan teknik. “Saya
kira rata-rata pemain Papua bagus,” katanya. Untuk antisipasinya, ia
akan memainkan pola permainan sederhana dengan satu dua sentuhan. “Kita
berharap juga dukungan dari teman-teman Pasoepati,” katanya. Wiwid juga
mengharapkan di laga kedua ini para pemainnya tidak gugup lagi seperti
pertandingan perdana lalu.
Sedangkan Asisten Pelatih Persifa Ana Sutiana mengungkapkan, timnya
sudah melupakan kekalahan saat lawan Persemalra di laga pertama lalu.
“Saat ini pemain sudah fokus dan konsen pertandingan lawan Persis Solo,”
jelasnya. Meski demikian ia mengaku timnya masih buta kekuatan tuan
rumah. Yang jelas, katanya, Persis merupakan tim yang cukup baik.
Apalagi di pertandingan perdana lalu tuan rumah mencetak kemenangan
perdana.
Meski demikian, tim pelatih Persifa sudah mencoba mengantisipasinya.
“Kami sudah memberikan motivasi jangan kalah dengan tuan rumah. Main di
kandang maupun tandang sama saja. Dan target kita adalah curi poin,”
jelasnya.
Disinggung soal materi pemainnya, Ana mengaku timnya bermaterikan
pemain lokal dan muda. “Kami tidak ada pemain asing. Rata-rata pemain
kita kelahiran 1991, 1992, bahkan ada 1995,” kata Ana. Dari evaluasi
perdana, ia berharap laga kali ini mendapat hasil yang positif.
“Kekalahan perdana kemarin kita tak boleh mengkambinghitamkan pemain,”
katanya. Pertandingan perdana lalu, menurut Ana, dianggap sebagai
pemanasan saja.
Sedangkan pola yang akan dimainkan juga tergantung situasi,bisa 4-3-3
maupun 4-2-3-1. “Kami berikan instruksi kepada pemain agar fokus saja di
menit-menit awal. Lakukan tekanan sejak awal,” pungkasnya.(Rizki Daniarto)


