Striker
Persibangga Gunaryo menguasai bola ditempel ketat pemain Persemalra,
dalam pertandingan di Stadion Goentoer Darjono, Minggu (5/5). Dia
mencetak gol untuk untuk kemenangan Persibangga.
Kesebelasan Persibangga mampu meraih nilai sempurna dalam laga lanjutan
Grup 2 Kompetisi Divisi Utama 2013. Menghadapi Persemalra di Stadion
Goentoer Darjono, Minggu (5/5), tim berjuluk Laskar Jenderal Soedirman
unggul melalui gol tunggal striker Gunaryo di menit ke 65.
Persibangga yang berkapasitas sebagai tim tamu awalnya sempat keteteran
menghadapi permainan Persemalra yang solid dan prima. Anak asuhan
pelatih Ritham Madubun mampu merepotkan pemain belakang Persibangga
dengan serangan balik yang mengejutkan.
Secara umum pemain Persibangga memang mendominasi penguasaan bola di
babak pertama. Namun serangan yang dibangun dengan kerjasama antara
kapten kesebelasan Farikhin bersama duet striker Gunaryo dan Saptono
kerap kandas karena pertahanan Persemalra yang rapat.
Bahkan di menit ke 30, Saptono yang tampil tidak pada form terbaiknya
harus keluar dan digantikan Didin Jahidin. Di babak kedua pemain
Persibangga mencoba melakukan variasi serangan dengan menggandalkan wing back
Voller Ortega dan Asep Rudianto. Di lapangan tengah kerjasama Galih Tri
Handoko dan Farikhin mencoba mengoyak pertahanan Persemalra yang
dikoordinir Hasbynuhuyanan.
Di menit ke 65, bermula dari tendangan bebas menyusur tanah Galih di
sisi kanan pertahanan Persemalra, tercipta gol untuk Persibangga. Bola
dari Galih disontek pelan dengan kaki kanan oleh Gunaryo tanpa mampu
dihalau kiper Delsius Ohoi Lulin. Gol itu seakan memecahkan kebuntuan.
Ketinggalan satu gol Persemalra seperti tersengat. Kedua tim juga
bermain kian atraktif dan keras. Akibatnya di menit ke 74 wasit Marhali
terpaksa mengeluarkan dua pemain akibat akumuluasi kartu kuning.
Masing-masing pemain Persemalra Andreas Kaanubun dan kapten kesebelasan
Persibangga Farikhin. Keduanya terlibat pelanggaran keras.
Pelatih Persibangga Ahmad Muhariah mengaku puas dengan kemenangan tipis
tersebut. Hanya saja dia menyesalkan dikeluarkannya Farikhin oleh
wasit. Dia mengakui pertahanan Persemalra memang sulit ditembus.
Pelatih Persemalra Ritham Madubun mengatakan kedua tim bermain bagus.
“Sayangnya wasit kurang tegas sehingga pemainnya sempat tersulut emosi,”
terangnya.(Rizki Daniarto)

