Pro Duta FC yang bermain di kandang kali ini harus puas dengan hasil
imbang. Menghadapi PSLS Lhokseumawe di Stadion Teladan, Medan, Sabtu
(15/6) sore, tim asuhan Slamet Riyadi itu ditahan tim tamu 1-1.
Tertinggal lebih dulu oleh gol Carlos Raul Sciucatti menit ke-20, tuan
rumah baru bisa membalas pada menit ke-58 melalui Arif Sajali.
Menjelang pertandingan bubar sejatinya Pro Duta mampu menambah gol
lewat M Samer, tapi dianulir wasit. Sementara tendangan Rahmad Hidayat
beberapa menit sebelumnya hanya membentur tiang gawang. Di banding babak
pertama, serangan yang dilakukan Pro Duta di paro waktu kedua memang
lebih menggigit.
Itu juga diakui oleh pelatih Pro Duta Slamet Riyadi usai pertandingan.
Kata dia, M Rifqi dan kawan-kawan memang diinstruksikan bermain lebih
agresif setelah tertinggal satu gol. "Babak pertama anak-anak agak
kendor sehingga lawan leluasa memainkan bola. Babak kedua mereka saya
suruh lebih menekan dan akhirnya kami bisa menyamakan kedudukan,"
paparnya.
Slamet mengakui hasil seri ini cukup merugikan timnya. Karena itu Pro
Duta harus menebusnya dalam dua laga away lawan Persema Malang, 22 Juni,
serta PSIR Rembang, 27 Juni. "Harus dapat poin dari Malang dan Rembang
untuk menjaga posisi agar tetap di atas," tegas mantan pemain nasional
ini.
Di lain pihak, pelatih PSLS Nasrul Koto mengakui hasil imbang itu sudah
sesuai target. Lebih-lebih pasukannya agak kelelahan setelah menempuh
perjalanan dari Padang. "Jadwal yang padat dan perjalanan dari Padang
membuat anak-anak capek. Karena itu mereka saya minta main bertahan
dulu," papar Nasrul.
Dia menilai Pro Duta main bagus di babak kedua dan beberapa kali
menyulitkan barisan pertahanan PSLS. "Untung kiper kita tampil bagus
dengan menggagalkan sejumlah peluang emas mereka," katanya. Dalam laga
tadi gawang PSLS dijaga M Aly, sementara Sukirmanto duduk di bangku
cadangan. (*)


