TRIBUNNEWS.COM – Pertemuan perwakilan pemain PSMS
Medan versi PT LI dengan Ketua Umum PSMS Medan Indra Sakti Harahap,
Jumat (28/6/2013) malam, ternyata berujung deadlock alias tanpa hasil.
Hal ini disampaikan langsung oleh Coly Misrun saat ditemui di mes pemain
PSMS Medan LI Jalan Candi Borobudur Medan, Sabtu (29/6/2013).
"Indra Sakti memang mau mengelak. Dia tanya ke aku bagaimana
pembayaran gaji itu, ya aku bilang harus berdasarkan draf kontrak.
Karena bagaimanapun timnya pasti pembayaran gaji harus sesuai dengan
draf kontrak," jelas colly.
Colly mengatakan, pada malam itu pertemuan dilangsungkan di kafe
Merah Putih di Jalan Durung Medan. Pada pertemuan yang berlangsung tidak
sampai satu jam itu, Coly mengaku dirinya tidak sendirian tetapi
ditemani oleh beberapa pemain PSMS Medan seperti; Alamsyah, Irwin
Ramadhana, Zulhamsyah Putra, Susanto, Tri Hardiansyah, Irwansyah, Andy
Safrizal dan dokter tim Roriwansyah Pane.
"Intinya, kami datang ke sana untuk minta gaji, kok malah
ditanya-tanya soal kontrak dari bulan berapa sampai bulan berapa. Kalau
memang ada niat bayar ya bayar aja, jangan diputar-putar saja terus
pembicaraannya," ungkapnya penuh kesal.
Selain Coly, perwakilan pemain yang hadir malam itu, Zulhamsyah Putra
mengatakan sebelum rombongan mereka meninggalkan Indra Sakti dirinya
sempat meminta Indra Sakti untuk datang ke mes pada hari Senin
(1/7/2013) dengan seluruh management dan pengurus untuk menemui para
pemain.
"Jadi aku bilang ke dia, kalau abang memang laki-laki abang datang ke
Mes hari Senin. Kita buat pertemuan besar di sana dengan para pengurus
dan manajemen. Kita undang media. Jadi kalau mau buka-bukaan di sana
saja, biar semuanya tahu, kalau begini bukan pertemuan namanya," kata
Zulham dengan nada suara meninggi
Jadi, lanjut Zulham, jika Indra Sakti tidak datang pada hari Senin
depan, berarti dia bukan laki-laki. "Suruh saja dia di rumah pakai
daster dan bermake-up. Kami berharap dia mau bertindak ksatria, memenuhi
apa yang menjadi tanggungjawabnya," ujarnya.
Zulham juga mengungkapkan pada malam itu Indra berjanji akan membayar
gaji mereka dalam waktu dekat. Tetapi mereka meminta janji tersebut
tertuang dalam kertas "hitam di atas putih".
"Tetapi dia nggak mau dan ngak berani untuk buat surat perjanjian
tersebut. Malah dia meminta kita yang buat surat pernyataan untuk di
kirim ke PSSI Pusat. Ya, mana mau kami tanda tangani surat pernyataan
itu," cetusnya.
Kiper PSMS, Irwin Ramadhan mengatakan Indra Sakti menjanjikan Juli
atau Agustus akan membayar gaji. "Itulah dia janji lagi. Jadi kami
bilang sebaiknya pernyataannya dibuat hitam di atas putih. Dia menolak.
Jadi ya sudah enggak ada solusi, sudah capek kami sama janji-janjinya,"
ujarnya.
"Kami minta dia untuk menemui semua pemain, pelatih dan media lalu
menjelaskan semuanya, buka-bukaan saja. Tapi dia menolak. Kami malah
disuruh teken surat pertanyaan bahwa memang sudah ada pertemuan pemain
dengan dia (Indra Sakti). Mana mau kami, kami hanya beberapa yang hadir
di pertemuan itu, kan tidak bisa mewakili semua pemain," jelasnya.
"Ke depannya kami akan terus mendatangi rumahnya. Seperti dia
terganggu rumahnya didatangi, biar dia merasakan bagaimana kondisi kami
yang tidak gajian dan berpengaruh pada rumah tangga kami di mana ada
anak dan istri yang butuh makan. Kami hanya menuntut hak di mana
kewajiban sudah kami laksanakan selama kompetisi," ucapnya.(cr5)


