Pembagian grup menjadi dua
wilayah tampaknya akan menghilangkan derby-derby maut. Salah satunya
adalah pertemuan Persebaya lawan Arema. Duel kedua tim bertetangga yang
selalu berlangsung dalam tensi tinggi itu dipastikan tidak akan
terjadi sebelum memasuki babak delapan besar.
Kepastian ini terjadi karena Persebaya dengan Arema dipisah. Persebaya berada di Wilayah Timur, sementara Arema berada di Wilayah Barat. Bentrok maut itu bisa kembali terjadi jika kedua tim sama-sama lolos dari fase grup.
“Kalau lolos, Persebaya dan Arema bisa ketemu lagi. Bahkan bisa bertemu empat kali karena babak delapan besar dan semifinal menggunakan format kandang dan tandang,” tutur Dhimam Abror Djuraid, Direktur Olahraga Persebaya.
Hanya saja, Abror mengingatkan, meski tidak ada Arema, derby maut di Grup Timur yang melibatkan Persebaya tetap ada. “Jangan lupa, masih ada Persela. Dalam sejarah pertemuan keduanya, duel ini selalu berlangsung dalam atmosfer yang sangat panas,” sebutnya. (bolanews) (ICH)
Kepastian ini terjadi karena Persebaya dengan Arema dipisah. Persebaya berada di Wilayah Timur, sementara Arema berada di Wilayah Barat. Bentrok maut itu bisa kembali terjadi jika kedua tim sama-sama lolos dari fase grup.
“Kalau lolos, Persebaya dan Arema bisa ketemu lagi. Bahkan bisa bertemu empat kali karena babak delapan besar dan semifinal menggunakan format kandang dan tandang,” tutur Dhimam Abror Djuraid, Direktur Olahraga Persebaya.
Hanya saja, Abror mengingatkan, meski tidak ada Arema, derby maut di Grup Timur yang melibatkan Persebaya tetap ada. “Jangan lupa, masih ada Persela. Dalam sejarah pertemuan keduanya, duel ini selalu berlangsung dalam atmosfer yang sangat panas,” sebutnya. (bolanews) (ICH)


