Selamat Datang | |


Breaking
    Loading ...

Selasa, 29 April 2014

Derby Yogyakarta Rusuh, Dua Suporter Tim Saling Bentrok

By
Updated : Selasa, 29 April 2014 23.07.00
Derbi Yogyakarta yang sejak lama terkenal panas kembali meletus setelah kerusuhan mewarnai duel PSS Sleman vs PSIM Yogyakarta. Suporter kedua tim yang memadati Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta, pada Selasa (29/4) sore WIB saling lempar berbagai benda dan terlibat baku hantam.

Laga Divisi Utama ini sudah panas sejak menit-menit awal. Suporter terlibat bentrokan tak lama setelah pertandingan dimulai. Wasit pun menghentikan pertandingan selama beberapa menit. Beruntung ketika itu petugas kepolisian masih bisa mengendalikan keadaan sehingga kerusuhan tak meluas. Pertandingan pun dilanjutkan kembali.

Babak pertama berakhir dengan skor 0-0. Ketika itu tensi pertandingan mulai memanas karena kedua tim mengharapkan hasil maksimal. Terlebih, pembina masing-masing klub turut hadir menyaksikan di stadion. Namun rupanya kehadiran Bupati Sleman Sri Purnomo dan Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti tak membuat suporter meredam amarahnya.

Jelang pertandingan berakhir, skor masih sama kuat 0-0, penonton kembali berulah. Fan kedua tim terlibat saling lempar batu, botol minuman, hingga petasan. Beberapa penonton bahkan melemparkan petasan ke dalam lapangan saat pertandingan masih berlangsung.

Begitu pertandingan dihentikan wasit, kericuhan pun pecah di tribun timur sisi utara. Suporter kedua tim saling serang dan terlibat baku hantam jarak dekat. Penonton yang tak mau terlibat keributan berdesak-desakan keluar stadion. Akibatnya suasana tambah sesak dan kacau.

Ratusan personel kepolisian dengan tameng lalu datang menghalau, namun kericuhan sudah terlanjur pecah dan merembet hingga ke luar stadion. Petugas kemudian berupaya membubarkan massa yang terlibat bentrok dengan menyemprotkan gas air mata. Cara ini berhasil. Namun setelah itu kericuhan kembali pecah.

Belum diketahui apa persisnya pemicu bentrokan ini. Namun, melihat sejarahnya derbi dua tim yang seharusnya bersaudara ini kerap diwarnai kericuhan. Saat PSS masih menggunakan Stadion Mandala Krida milik PSIM, sejumlah oknum suporter PSIM seringkali berbuat ulah memancing keributan dengan suporter PSS. Padahal saat itu kedua tim bermain di divisi berbeda.

Belasan suporter terluka dan mendapat perawatan ala kadarnya di beberapa ruang di area stadion. Sebagian di antaranya adalah remaja putri yang pingsan akibat berdesak-desakan atau shock. Beberapa orang suporter terlihat mengalami luka di bagian kepala, sementara sebagian lagi dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans. (banyumasnews)




Berita Terkait

Comment