Dua pelatih yang baru merasakan iklim kompetisi profesional
musim ini akan saling berhadapan ketika PSIM Yogyakarta menghadapi PSBK
Kota Blitar, Selasa (22/4), di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta.
Di kubu tuan rumah ada Seto Nurdiyantoro yang musim lalu masih mengenakan seragam pemain PSIM. Di kubu tim tamu ada mantan pemain belakang kawakan I Putu Gede. Racikan siapakah yang paling yahud? Pembuktiannya akan terjawab sore ini pukul 15.00 WIB.
Namun yang jelas kedua tim yang baru meraih hasil seri ini mengakui buta kekauatan masing-masing.
Seto lebih jauh mengatakan tidak akan terpengaruh dengan gaya Putu yang cenderung keras dan bertenaga. “Kami mainkan saja gaya kami. Pemain akan saya instruksikan bermain cepat dari kaki ke kaki. Sejak menit awal harus sudah menekan pertahanan lawan,” tambahnya.
Hal yang sama juga diutarakan oleh Putu Gede. “Tidak masalah soal peta kekuatan lawan. Asal para pemain disiplin menjalankan instruksi, saya kira nilai bisa diraih,” tegas Putu.
Pada pertandingan perdana pekan lalu PSIM berbagi angka seri 1-1 dengan Persinga Ngawi. Blitar Kota dalam dua laga kandang juga seri, 1-1 melawan Madiun Putra dan 0-0 melawan Perseman Manokwari.
Itu sebabnya Seto dan seluruh skuad Laskar Mataram bertekad memberi nilai sempurna di Mandala Krida. “Ini kandang kami. Bermain di hadapan pendukung sendiri jelas harus menang,” tandas Seto.
Sebaliknya Putu tak kalah sesumbar. “Dua kali bermain seri jadi kami akan berusaha meraih nilai penuh kali ini. Tidak masalah main di kandang lawan. Lihat saja di lapangan nanti.” (Sportanews)
Di kubu tuan rumah ada Seto Nurdiyantoro yang musim lalu masih mengenakan seragam pemain PSIM. Di kubu tim tamu ada mantan pemain belakang kawakan I Putu Gede. Racikan siapakah yang paling yahud? Pembuktiannya akan terjawab sore ini pukul 15.00 WIB.
Namun yang jelas kedua tim yang baru meraih hasil seri ini mengakui buta kekauatan masing-masing.
Seto lebih jauh mengatakan tidak akan terpengaruh dengan gaya Putu yang cenderung keras dan bertenaga. “Kami mainkan saja gaya kami. Pemain akan saya instruksikan bermain cepat dari kaki ke kaki. Sejak menit awal harus sudah menekan pertahanan lawan,” tambahnya.
Hal yang sama juga diutarakan oleh Putu Gede. “Tidak masalah soal peta kekuatan lawan. Asal para pemain disiplin menjalankan instruksi, saya kira nilai bisa diraih,” tegas Putu.
Pada pertandingan perdana pekan lalu PSIM berbagi angka seri 1-1 dengan Persinga Ngawi. Blitar Kota dalam dua laga kandang juga seri, 1-1 melawan Madiun Putra dan 0-0 melawan Perseman Manokwari.
Itu sebabnya Seto dan seluruh skuad Laskar Mataram bertekad memberi nilai sempurna di Mandala Krida. “Ini kandang kami. Bermain di hadapan pendukung sendiri jelas harus menang,” tandas Seto.
Sebaliknya Putu tak kalah sesumbar. “Dua kali bermain seri jadi kami akan berusaha meraih nilai penuh kali ini. Tidak masalah main di kandang lawan. Lihat saja di lapangan nanti.” (Sportanews)

