Selamat Datang | |


Breaking
    Loading ...

Jumat, 22 Agustus 2014

Pemain Tak Gajian, Solidaritas Supporter PSMP Ngemis

By
Updated : Jumat, 22 Agustus 2014 21.18.00
Aksi solidaritas kembali ditunjukkan para supporter PS Mojokerto Putra (PSMP), MP Loyalis 01. Para supporter melakukan aksi penggalanggan dana di perempatan Sooko lantaran pihak manajemen belum memberikan gaji kepada para pemain PSMP.

Aksi spontan tersebut dilakukan menjelang laga terakhir kompetisi Divisi Utama grup VI, Sabtu (23/08/2014). Sesuai jadwal dari PT Liga Indonesia (PT LI), The Lasmojo (julukan PSMP, red) akan menjalani laga away yang merupakan laga terakhir putaran kedua ke Sidoarjo melawan Persida, Sidoarjo.

Namun satu hari menjelang laga terakhir, gaji para pemain belum juga diberikan oleh pihak manajemen. Padahal, sebelumnya meski tanpa gaji, para pemain berhasil menumbangkan tamunya Kalteng FC di Stadion Gajah Mada Mojosari pada Jum'at (15/08/2014) dengan skor 2 : 0.

Koordinator MP Loyalis 01, Imam Leak mengatakan, aksi solidaritas penggalanggan dana terpaksa dilakukan para supporter karena hingga kini pemain belum menerima gaji secara penuh. "Mereka mendapatkan gaji dengan cara kas bon, yang kita dengar antara tiga sampai empat bulan mereka tidak menerima gaji," ungkapnya.

Kepada beritajatim.com, Leak menyayangkan sikap Ketua Umum PSMP yang juga Bupati Mojokerto, Mustafa Kamal Pasa. Pasalnya, mulai tim dibentuk hingga menjelang kompetisi usai, Ketua Umum PSMP tidak pernah menyempatkan melihat keadaan tim yang berjuang membawa nama besar Kabupaten Mojokerto.

"Jangankan melihat saat latihan, saat berlaga saja tidak pernah. Aksi ini adalah aksi solidaritas dan spontan yang kita gelar menjelang laga terakhir, hasil penggalanggan dana berapun jumlahnya akan kita berikan langsung ke pemain di mess karena mereka sudah berjuang untuk Mojokerto meski tanpa gaji," katanya.

Leak dan supporter MP Loyalis 01 berharap, kedepan manajeman PSMP harus lebih bagus dari tahun ini. Meskipun siapapun yang akan menjadi Ketua Umum maupun manajer yakni mereka yang mampu, sanggup baik dari segi loyalitas maupun finansial. Supporter akan terus mengawal, jika memang manajemen kembali tak memberikan hak para pemain.

"Kita akan berteriak karena PSMP menyangkut nama baik Mojokerto khususnya Kabupaten Mojokerto. Para pemainpun kebanyakan bukan pemain asli putra daerah, mereka bisa berjuang untuk Mojokerto, sementara kita yang asli putra daerah apakah harus berdiam diri. Apa kita tidak malu?," tambahnya.

Leak menambahkan, PSMP saat ini memiliki 28 pemain, dua diantaranya merupakan legian asing. Namun justru satu pemain asing tersebut loyal terhadap PSMP. Bahkan satu diantaranya rela menyisihkan uang pribadinya untuk keperluan para pemain PSMP yang seharusnya merupakan tanggung jawab manajemen.

"Saya tidak menyebut siapa dia, asal tahu saja. Pemain asing itu, saat latihan tidak ada air mineral, dia yang membelikan. Bahkan solar untuk keperluar akomodasi tim, dia rela berikan. Saya sampai bertanya, dia bukan orang Mojokerto, bergabung dengan PSMP seharusnya mencari pekerjaan sebagai pemain tapi kenapa justru dia rela melakukan ini," tegasnya. (beritajatim)


Berita Terkait

Comment