Persis Solo versi LPIS bergabung dengan sejumlah klub-klub hebat.
Namun, Laskar Sambernyawa optimistis bisa bersaing di papan atas di grup
berat tersebut.
Berdasarkan rilis PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) seputar
pembagian grup Dvisi Utama 2013, Persis LPIS bergabung bersama tim-tim
delapan tim tangguh lainnya di wilayah II. Mereka terdiri PSS Sleman,
Persis Solo, PSIS Semarang, PPSM Magelang, Persibangga Purbalingga
Persikubar Kutai Barat, Persitara Jakarta Utara, Persikab Kabupaten
Bandung dan Persipasi Bekasi.
Sembilan tim tersebut bakal bersaing ketat memperebutkan tiket
promosi kasta tertinggi musim depan. Dengan materi yang ada, tim
kebanggaan publik Kota Bengawan optimistis bisa finish di papan atas
sekaligus melenggang ke kasta tertinggi.
Pelatih Persis LPIS Widyantoro mengatakan, kontestan di Wilayah II
memiliki kualitas di atas rata-rata, sehingga boleh dibilang di wilayah
II dianggap grup paling berat dibanding grup lainnya. “Namun, saya
optimistis Persis Solo bisa bersaing dengan klub-klub tersebut,”
tegasnya, Jumat (8/3/2013).
Pelatih asal Magelang ini mengakui, dari segi persiapan menyongsong
bergulirnya kompetisi yang bakal ditabuh pada 30 Maret tersebut, tim
besutannya bisa dibilang kalah start dibanding yang lainnya. “PSIS
Semarang sudah menjalani TC serta diperkuat tiga pemain asing
berkualitas, Persipasi sudah menggelar latihan di luar kota. Persiapan
mereka sudah matang,” imbuhnya.
Eks Pelatih PPSM Magelang dan PSS Sleman ini mengakui, dari sembilan
konstestan di Wilayah II ini, skuad PSS Sleman dianggap yang paling
mumpuni. Ini sekaligus sebagai pesaing terberat untuk menduduki posisi
puncak. “PSS Sleman, ini merupakan The Dream Team. Mereka diperkuat
tujuh pemain eks Arema IPL musim lalu,” ungkapnya.
Tim seperti Persibangga Purbalingga juga tidak boleh dianggap remeh.
Meski berstatus tim promosi Divisi Utama musim ini, tim berjuluk Laskar
Soedirman ini juga sudah persiapan yang matang. Tim ini juga memiliki
striker asal Belanda Djamal Leeflang yang sukses menjobol gawang Persis
LPIS dua kali di ajang uji coba.
Menurut Wiwid, sapaan akrabnya, Persis LPIS masih memiliki cukup
waktu untuk ‘mengejar’ ketertinggalan start dari tim lain. Perburuan
pemain masih berlangsung termasuk mematangkan skenario gaya permainan
satu dua sentuhan yang menjadi ciri khas pelatih kelahiran 1970 ini.
Untuk mematangkan tim, sore ini Persis LPIS menggelar uji coba kontra
tim amatir PS Unsa Asmi dan promosi Divisi Utama LPIS Persewon Wondama
Papua Barat.


