Pelatih Persiwa Subangkit |
Banyaknya pemain bintang yang pergi membuat Badai Pegunungan ditelan Singo Edan di Kanjuruhan, Sabtu (18/5).
Subangkit tidak bisa menyembunyikan rasa sesalnya
kehilangan pemain kunci seperti Camara Sekou saat putaran kedua baru
saja dimulai. Sebuah keadaan yang membuat skuatnya kalah kualitas
melawan tuan rumah Arema Indonesia, Sabtu (18/5).
Dalam laga lanjutan Indonesia Super League yang dilangsungkan di Stadion Kanjuruhan, Singo Edan berhasil menelan Badai Pegunungan dengan skor 5-0.
"Saya akui kita memang kalah kualitas dengan Arema, kami sudah berusaha sekuat tenaga namun kondisi akhir memang seperti ini," urai Subangkit dalam jumpa pers usai pertandingan.
Disinggung oleh GOAL.com Indonesia tentang kenapa melepas beberapa bintangnya ke klub lain. Subangkit mengatakan jika dalam kondisi normal, pemain bintang bakal tidak dilepas apapun alasanya.
"Camara Sekou tidak kita lepas, namun dirinya melepaskan diri dari kita. Saya tahu posisinya karena memang kami mengalami kondisi finansial yang tidak bagus. Karena itu, beberapa pemain terlihat emosi dalam menjalani pertandingan, ini hal yang wajar," kata Subangkit.
Bahkan Subangkit mengatakan jika sampai tanggal 20 Mei hak pemain belum dipenuhi, maka akan ada pemain yang bakal lepas lagi.
"Dua pemain asing sudah meminta ijin kepada saya untuk pergi ke klub lain karena memang belum dipenuhi haknya. Saya pasrah karena lima pemain yang datang di putaran kedua berasal dari U-21. Yang jelas revisi target musim ini adalah lolos dari degradasi," tutup Subangkit.
Dalam laga lanjutan Indonesia Super League yang dilangsungkan di Stadion Kanjuruhan, Singo Edan berhasil menelan Badai Pegunungan dengan skor 5-0.
"Saya akui kita memang kalah kualitas dengan Arema, kami sudah berusaha sekuat tenaga namun kondisi akhir memang seperti ini," urai Subangkit dalam jumpa pers usai pertandingan.
Disinggung oleh GOAL.com Indonesia tentang kenapa melepas beberapa bintangnya ke klub lain. Subangkit mengatakan jika dalam kondisi normal, pemain bintang bakal tidak dilepas apapun alasanya.
"Camara Sekou tidak kita lepas, namun dirinya melepaskan diri dari kita. Saya tahu posisinya karena memang kami mengalami kondisi finansial yang tidak bagus. Karena itu, beberapa pemain terlihat emosi dalam menjalani pertandingan, ini hal yang wajar," kata Subangkit.
Bahkan Subangkit mengatakan jika sampai tanggal 20 Mei hak pemain belum dipenuhi, maka akan ada pemain yang bakal lepas lagi.
"Dua pemain asing sudah meminta ijin kepada saya untuk pergi ke klub lain karena memang belum dipenuhi haknya. Saya pasrah karena lima pemain yang datang di putaran kedua berasal dari U-21. Yang jelas revisi target musim ini adalah lolos dari degradasi," tutup Subangkit.