
Persikabo
Bogor sangat serius menatap kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia
2012/2013. Persiapan teknis dan non teknis sudah dilakukan oleh
manajemen dan tim pelatih. Bahkan, dukungan penuh pun diberikan oleh
Bupati Bogor, Rachmat Yasin kepada Laskar Pajajaran.
Di hadapan para pemain Persikabo, Rachmat Yasin menegaskan, target
lolos ke kompetisi ISL musim depan adalah harga mati. Dibutuhkan
totalitas dengan mengedepankan profesionalisme, tanpa lagi melihat asal
daerah pemain.
“Sudah terlalu lama kita berada di Kompetisi Divisi Utama. Saya bosan
melihatnya. Tahun ini, ISL harga mati. Saya minta komitmen dari
semuanya, angkat klub ini untuk masuk Super Liga. Tidak boleh lagi ada
yang memilah antara Persikabo asli atau pendatang, siapa saja pemain
yang sudah menandatangani kontrak, mereka adalah pemain Persikabo yang
wajib mengharumkan nama Bogor,” tegas Rachmat.
Saat ini, Rachmat Yasin memang sudah tidak lagi menjabat sebagai
Ketua Umum Persikabo. Namun, ia menegaskan untuk tetap memberikan
dukungan penuh kepada klub kebanggaan masyarakat Bogor tersebut.
“Persikabo adalah Rachmat Yasin, dan Rachmat Yasin adalah Persikabo.
Dua tahun belakangan ini kita memang tak lagi dibiayai APBD, tapi itu
tidak jadi masalah, saya masih sanggup membiayai Persikabo, asalkan
semua serius dengan target ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rachmat Yasin menjamin bahwa tidak akan ada masalah tunggakan gaji bagi setiap pemain Persikabo.
"Saya tidak akan mengorbankan pemain, dan prinsip Persikabo adalah
yang lain boleh dikorbankan, asal jangan pemain yang dikorbankan,"
katanya di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (22/1).
Kepada pemain, dan staf pelatih yang meminta doa restu bupati untuk
berlaga pada Divisi Utama PSSI 2013, ia menjamin bahwa, pemain Persikabo
tidak akan ditelantarkan dan akan terus membuat tim kebanggaan warga
Kabupaten Bogor itu maju.
Dengan begitu, ia berharap Persikabo dapat menjawabnya dengan
persembahan maksimal di lapangan. Paling tidak, Persikabo bisa menyapu
bersih semua laga kandang dan bisa mengamankan laga tandang.
“Saya tak mau tahu, Persikabo tidak boleh kalah jika bermain di
Cibinong. Seri juga tidak boleh, dan laga tandang juga harus
dimanfaatkan semaksimal mungkin. Kalau menang, saya tak segan memberikan
bonus kepada tim, dan hal itu tergantung dari kemenangannya apakah di
kandang atau di tandang,” tegasnya.
Khusus untuk laga perdana melawan Persip Pekalongan, (30/1), ia
berpesan pemain harus menjaga mental. "Pertandingan pertama pasti demam
panggung, maka mental harus dijaga, kekompakan terus diasah, dan yang
terpenting semangat harus terus ada di setiap diri pemain," pungkasnya.
Sementara itu, Pelatih Kepala Persikabo, Denny Syamsudin mengatakan,
target yang diberikan Rachmat cukup realistis dan harus bisa diwujudkan
tim besutannya.
“Target yang diberikan RY realistis, dan kami harap dengan komposisi
tim yang ada, kita bisa mewujudkan target tersebut,” kata Denny.

