
Pelita
Bandung Raya gagal mewujudkan misi mencuri poin di kandang Mitra Kukar.
Satu poin yang sudah di depan mata, tiba-tiba gugur karena Pelita harus
kebobolan di masa injury time, lewat gol penalti Esteban Herrera.
Secara permainan, Mitra Kukar memang bisa dikatakan lebih baik
dibandingkan Pelita Bandung Raya. Ahmad Bustomi dkk lebih agresif, dan
mampu mendominasi penguasaan bola. Berbanding lurus pula dengan jumlah
peluang yang mampu dihasilkan tim Naga Mekes.
Namun, pada laga tersebut, Pelita Bandung Raya sebenarnya memiliki
momentum untuk membuat kejutan yang tidak diduga sebelumnya oleh tuan
rumah. Sejak gol yang dicetak oleh Dane Milovanovic, permainan Pelita
berubah drastis dan lebih hidup. Sebaliknya, kondisi ini membuat para
pemain Mitra Kukar seakan tertekan, hingga gol penyama kedudukan
tercipta oleh Munadi.
Sayang, sebuah kesalahan dari penjaga gawang Tema Mursadat di menit
akhir, membuahkan hukuman penalti bagi Mitra Kukar. Tanpa kesalahan,
Esteban Herrera membobol gawang Tema dalam eksekusi penalti.
“Hasil ini mungkin mengecewakan, tapi menjadi pelajaran bagi kita
semua. Semua tahu mana yang benar, saya tetap menghargai semangat dan
perjuangan pemain,” kata Simon McMenemy, usai pertandingan.
Kapten Pelita Bandung Raya, Eka Ramdani, mengaku kecewa dengan hasil
ini, namun tetap harus diterima secara sportif. Mantan pemain Persib
Bandung ini mengaku banyak mendapat pelajaran berharga dari hasil ini.
“Ya, memang nyaris saja kita bisa meraih poin dari Mitra Kukar. Tim
ini masih baru, dan banyak pemain muda. Seperti dikatakan pelatih, akhir
pertandingan adalah ketika wasit meniup peluit panjang, bukan ketika
skor jadi 2-2. Kita memang lengah, dan ini tidak boleh terulang lagi,”
kata Eka Ramdani, saat dihubungi ligaindonesia.co.id, Sabtu (19/1)
malam. (LI)

