
Usai
bertanding melawan Mitra Kukar, Sabtu (19/1), Pelita Bandung Raya
memilih untuk tetap berada di Kalimantan Timur, dibandingkan pulang ke
Bandung. Skuad asuhan pelatih Simon McMenemy tetap menggelar persiapan
jelang lawan Persisam, Jumat (25/1) di Samarinda.
Namun, persiapan tim berjuluk The Boys are Back ini tidak terlalu
maksimal saat di Samarinda. Pasalnya, Eka Ramdani dkk kesulitan
mendapatkan tempat latihan. Mereka lebih banyak berlatih ringan di
sekitar hotel ataupun lapangan parkir GOR Segiri.
“Baru hari ini kita bisa latihan di lapangan Stadion Palaran. Agak
susah dapat lapangan di sini, tapi kita tetap semangat jelang lawan
Persisam,” kata Eka Ramdani saat dihubungi Ligaindonesia.co.id, Rabu
(23/1).
Pada sesi latihan tersebut, Eka menyatakan tidak ada yang terlalu
istimewa dalam materi latihan yang diberikan oleh Simon. “Seperti
biasanya, Coach Simon memang selalu fokus terhadap kerjasama tim,
bagaimana harus menyerang dan bertahan, bagaimana saat kita kuasai bola
dan saat kehilangan bola. Kalaupun membahas perbaikan dari kekalahan
lawan Mitra, lebih kepada meningkatkan konsentrasi dan tetap memainkan
bola pendek,” papar Eka Ramdani.
Sebagai kapten tim dan pemain senior, Eka juga mengaku terus
membimbing rekan-rekannya yang mayoritas masih berusia muda, agar tetap
menjaga mental bertanding mereka, meski sebelumnya menderita kekalahan.
Sementara itu, Simon McMenemy menargetkan kemenangan perdana di
kandang Persisam. Ia tak ingin anak buahnya takut melawan Persisam, yang
memiliki catatan bagus di awal musim ISL 2012/2013 ini.
"Di kandang Persisam, kami menargetkan bisa meraih kemenangan pertama
musim ini. Saya selalu optimis para pemain dan tim ini akan terus
menunjukkan perkembangan positif dari satu pertandingan ke pertandingan
berikutnya," ucap Simon penuh percaya diri.
Simon sangat menyadari, anak asuhnya akan merasakan atmosfer tandang
yang lebih menegangkan dibandingkan saat dijamu Mitra Kukar. Namun,
tekanan penonton yang lebih besar itu, harus bisa dihadapi pemain dengan
lebih kerja keras.
"Dengan ribuan penonton yang berteriak di dalam stadion, pertandingan
akan jauh lebih sulit. Kami harus memahami, bermain di laga tandang
memang membutuhkan kerja keras yang lebih ekstra. Karena itu saya
katakan tim harus mengerahkan kemampuannya 110 persen. Di kandang, kami
bisa bermain dengan 100 persen. Tapi di tandang? harus lebih dari itu.
Banyak hal yang harus dihadapi," papar Simon.
Pelatih berusia 35 tahun asal Inggris itu menambahkan, pemainnya
memang tidak akan bisa dipaksakan untuk bermain dengan tempo tinggi saat
menghadapi "Pesut Mahakam". Pasalnya, cuaca kota Samarinda saat sore
hari pasti lebih panas, dan pemainnya dituntut mampu memainkan strategi
dengan tempo normal, namun maksimal untuk mengantisipasi
serangan-serangan yang dilancarkan tim asuhan Sartono Anwar nanti.

