Selamat Datang | |


Breaking
    Loading ...

Kamis, 24 Januari 2013

Pelta BR : Fokus Benahi Kerjasama Tim

By
Updated : Kamis, 24 Januari 2013 00.35.00
Fokus Benahi Kerjasama Tim

Usai bertanding melawan Mitra Kukar, Sabtu (19/1), Pelita Bandung Raya memilih untuk tetap berada di Kalimantan Timur, dibandingkan pulang ke Bandung. Skuad asuhan pelatih Simon McMenemy tetap menggelar persiapan jelang lawan Persisam, Jumat (25/1) di Samarinda.

Namun, persiapan tim berjuluk The Boys are Back ini tidak terlalu maksimal saat di Samarinda. Pasalnya, Eka Ramdani dkk kesulitan mendapatkan tempat latihan. Mereka lebih banyak berlatih ringan di sekitar hotel ataupun lapangan parkir GOR Segiri.

“Baru hari ini kita bisa latihan di lapangan Stadion Palaran. Agak susah dapat lapangan di sini, tapi kita tetap semangat jelang lawan Persisam,” kata Eka Ramdani saat dihubungi Ligaindonesia.co.id, Rabu (23/1).

Pada sesi latihan tersebut, Eka menyatakan tidak ada yang terlalu istimewa dalam materi latihan yang diberikan oleh Simon. “Seperti biasanya, Coach Simon memang selalu fokus terhadap kerjasama tim, bagaimana harus menyerang dan bertahan, bagaimana saat kita kuasai bola dan saat kehilangan bola. Kalaupun membahas perbaikan dari kekalahan lawan Mitra, lebih kepada meningkatkan konsentrasi dan tetap memainkan bola pendek,” papar Eka Ramdani.

Sebagai kapten tim dan pemain senior, Eka juga mengaku terus membimbing rekan-rekannya yang mayoritas masih berusia muda, agar tetap menjaga mental bertanding mereka, meski sebelumnya menderita kekalahan.

Sementara itu, Simon McMenemy menargetkan kemenangan perdana di kandang Persisam. Ia tak ingin anak buahnya takut melawan Persisam, yang memiliki catatan bagus di awal musim ISL 2012/2013 ini.

"Di kandang Persisam, kami menargetkan bisa meraih kemenangan pertama musim ini. Saya selalu optimis para pemain dan tim ini akan terus menunjukkan perkembangan positif dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya," ucap Simon penuh percaya diri.

Simon sangat menyadari, anak asuhnya akan merasakan atmosfer tandang yang lebih menegangkan dibandingkan saat dijamu Mitra Kukar. Namun, tekanan penonton yang lebih besar itu, harus bisa dihadapi pemain dengan lebih kerja keras.

"Dengan ribuan penonton yang berteriak di dalam stadion, pertandingan akan jauh lebih sulit. Kami harus memahami, bermain di laga tandang memang membutuhkan kerja keras yang lebih ekstra. Karena itu saya katakan tim harus mengerahkan kemampuannya 110 persen. Di kandang, kami bisa bermain dengan 100 persen. Tapi di tandang? harus lebih dari itu. Banyak hal yang harus dihadapi," papar Simon.

Pelatih berusia 35 tahun asal Inggris itu menambahkan, pemainnya memang tidak akan bisa dipaksakan untuk bermain dengan tempo tinggi saat menghadapi "Pesut Mahakam". Pasalnya, cuaca kota Samarinda saat sore hari pasti lebih panas, dan pemainnya dituntut mampu memainkan strategi dengan tempo normal, namun maksimal untuk mengantisipasi serangan-serangan yang dilancarkan tim asuhan Sartono Anwar nanti.

Berita Terkait

Comment