Menghadapi kompetisi Divisi Utama 2013, Persis Solo tengah
mempersiapkan diri untuk bisa berprestasi lebih daripada musim lalu.
Salah satunya adalah soal standarisasi gaji pemain. Soal ini diungkapkan
oleh Sekretaris Pengcab PSSI Solo Ruhban Ruzziatno.
Menurut Ruhban, PSSI telah menetapkan jaminan keuangan atau financial fair play
sekitar Rp 5 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar 40 persen akan
digunakan untuk biaya operasional klub selama semusim. Sedangkan 60
persennya digunakan untuk belanja pemain.
“Jadi nanti pemain ada standarnya juga, berapa minimal maksimalnya,”
jelasnya usai mempresentasikan rencana Persis Solo di kompetisi Divisi
Utama 2013 di hadapan Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo, Sabtu (19/1).
Ruhban memberikan presentasi bersama Ketua Harian Pengcab PSSI Solo
Yosca Herman Sudrajat, CEO Persis Solo Kesit Budi Handoyo, dan CEO LPIS
Widjajanto.
Ruhban juga mengungkapkan bahwa sesuai walikota Solo, Persis Solo yang
akan berkompetisi harus satu tim. Apalagi, ada sanksi dalam UU Sistem
Keolahragaan Nasional, berupa sanksi pidana maupun denda. Untuk itu, ia
akan mempertemuan semua pengurus minggu depan. Pertemuan itu adalah
memberikan pemahaman tentang regulasi yang ada serta dampak negatifnya
bagi pembinaan sepakbola Indonesia, terutama di Solo.
“Kita akan pelajari semua,. Tapi yang tetap menjadi acuan kita adalah
regulasi. Kalau lepas dari itu akan berat sanksinya. Kita harapkan nanti
ada kesamaan dan tidak ada yang perlu dipertentangkan,” tukasnya. (Farid Muttaqien)


