Selamat Datang | |


Breaking
    Loading ...

Senin, 18 Februari 2013

Dubes Perancis Minta LPIS Lunasi Gaji Moukwelle

By
Updated : Senin, 18 Februari 2013 17.54.00

Walau sudah mendapat rekomendasi dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), penyelenggaraan kompetisi Indonesia Premier League (IPL) tampaknya masih meninggalkan masalah, salah satunya adanya surat dari pihak Kedutaan Besar Perancis untuk Indonesia yang meminta tunggakan gaji pemain berkewarganegaraan Perancis, Moukwelle Ebanga Sylvain segera diselesaikan.

Surat ini sendiri diterima pihak Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dari Departemen Luar Negeri (Deplu) mengenai tunggakan Maukwelle yang memperkuat Persewangi di kompetisi Divisi Utama LPIS. Dalam surat Deplu yang diterima Asisten Deputi Bidang Industri Olahraga Tobias Tubulau tersebut, tercantum surat Kedutaan Besar Prancis yang meminta tunggakan gaji Maukwelle segera diselesaikan.

"Iya kami sudah mendapatkan surat dari pihak Kedutaan Besar Perancis, dan saya sudah menyampaikan surat tersebut kepada BOPI setelah koordinasi dengan Deputi IV Bidang Prestasi Olahraga, Djoko Pekik Irianto untuk diteruskan kedepannya agar permasalahan tunggakan gaji Maukwelle diselesaikan," kata Tobias ketika dihubungi wartawan, Minggu (17/2).

Menanggapi hal ini, pihak Plt Ketua Umum BOPI, Haryo Yuniarto mengaku sudah mendapatkan surat tersebut, dan sudah mendapatkan keterangan dari pihak pengelola kompetisi IPL, PT LPIS. "Ya, saya sudah menerima surat tersebut, dan pihak Kedutaan Prancis,  meminta tunggakan gaji Maukwelle sebesar Rp150 juta diselesaikan. Dan BOPI sudah mendapatkan keterangan dari PT LPIS, dan mereka sudah memberikan bukti setoran senilai Rp100 juta yang ditransfer melalui Bank Saudara, dan untuk sisanya belum ada penjelasan," katanya secara terpisah.

Dirinya menjelaskan, selain menyerahkan bukti pembayaran gaji Maukwelle, pihak PT LPIS juga menyerahkan bukti pembayaran honor wasit yang tertunda sebelumnya, yaitu membayar Rp400 juta dari jumlah Rp. 800 juta yang diemban. "Jadi kami sudah mendata semuanya, dan sesuai ketentuan, proses permasalahan gaji serta administrasi di klub-klub IPL harus selesai pada pertengan Maret nanti, jika tidak, maka rekomendasi akan ditarik kembali," tegasnya.

BOPI sendiri sebelumnya telah mengantisipasi masalah tunggakan gaji pemain asing maupun lokal dengan mewajibkan pihak PT LI selaku operator ISL dan PT LPIS sebagai operator IPL untuk membuat surat perjanjian penyelesaian masalah tersebut. Hal ini berkaitan dengan pemberian rekomendasi.

"Tidak ada yang dibedakan baik pihak PT LI dan PT LPIS dalam masalah penyelesaian tunggakan gaji pemain, karena para pemain akan menjadi korban," tandasnya.

Berita Terkait

Comment