Bonek, Pendukung setia PERSEBAYA Surabaya. Foto : IPL/arif ariadi
Persiraja tak mau muluk-muluk dalam lawatan ke Surabaya kali ini.
Apalagi tim asal Banda Aceh itu dihuni mayoritas pemain muda. Karena
itu, menghadapi Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya,
Rabu (24/4) sore, Persiraja tak berani mematok target dengan tegas.
Manajer Persiraja Supriansah ketika ditemui manajer meeting di Mess
Persebaya, Selasa (23/4), mengatatakan timnya datang ke Surabaya untuk
mencuri angka. "Apakah itu seri atau poin penuh, tapi kami tak
muluk-muluk," kata Supriansyah. Persiraja datang ke Kota Pahlawan dengan
memboyong 18 pemain, tanpa kapten tim Erik Syaputra yang cedera.
"Tim kami mayoritas dihuni pemain muda. Tak ada pemain bintang di
Persiraja," lanjutnya. Kehadiran ribuan suporter Bonek di stadion
menjadi catatan tersendiri pihaknya. Sebab, sedikit banyak itu pasti
berpengaruh terhadap mental tanding tim tamu.
Mengandalkan formasi 4-5-1, posisi penjaga gawang Persiraja bakal diisi
Amiruddin. Empat pemain belakang yang dipasang antara lain Kurniawan,
Irwandi, Ahmad Yani dan Andri Mulyadi. Di lini tengah bercokol nama M
Nasir, Safrizani, Fitra Ridwan, Yossi Gunawan dan Miftahul Hamdi.
Sedangkan Fahrizal Dilla menjadi ujung tombak tunggal. Pada pertandingan
terakhir, Rabu (17/4), Persiraja bermain seri tanpa gol lawan Perseman
di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh.
Boleh Dihadiri Penonton
Kabar gembira buat suporter Bonek itu datang juga. Pihak kepolisian
akhirnya mengijinkan laga Persbaya vs Persiraja disaksikan penonton.
"Baru saja. Di tengah technical meeting, kami mendapat info kalau
pertandingan boleh disaksikan penonton," ungkap Ram Surahman, Sekretaris
Panpel Pertandingan Persebaya.
"Kami atas nama panpel mengucapkan banyak terima kasih karena
Polrestabes mengijinkan pertandingan disaksikan penonton," sambung
mantan wartawan salah satu koran lokal di Surabaya ini. Ram mengimbau
agar para suporter mengapresiasi sinyal positif dari Polrestabes. "Kami
harap suporter menjaga ketertiban, baik saat berangkat, waktu
pertandingan maupun saat pulang ke rumah masing-masing," pinta dia.
Menurut Ram, keputusan Polrestabes Surabaya mengijinkan pertandingan
dengan penonton adalah test case bagi Persebaya dan mempengaruhi
pertandingan-pertandingan berikutnya. "Ini test case bagi kami. Semua
suporter yang hadir wajib memberikan ketertiban," tegas Ram.
Kabar baik ini disambut gembira oleh tim Persebaya. "Kabar ini sangat
menggembirakan. Bermain di depan pendukung akan memberikan motivasi pada
pemain untuk tampil lebih baik," ungkap Manajer Persebaya Saleh
Hanifah.

