
Pelatih Persika Karawang, Suimin Diharja kesal. Menurutnya, biaya tim
yang tidak sedikit sudah terlanjur keluar karena menanti jadwal lawan
Medan Jaya.
Profesionalisme kinerja operator kompetisi Divisi Utama LPIS kembali
dikritik. Pasalnya, laga tim dadakan divisi utama grup I LPIS, Medan
Jaya kembali gagal menjadi tuan rumah yang baik untuk tim tamu kedua
kalinya. Setelah WO dari Persipasi, akhir pekan lalu, giliran Persika
Kawarang yang ketiban sial tak melakoni laga tandangnya melawan Medan
Jaya, Kamis (9/5).
Pelatih Persika Karawang, Suimin Diharja kesal. Menurutnya, biaya tim yang tidak sedikit sudah terlanjur keluar karena menanti jadwal lawan Medan Jaya. Persika sudah berada di Medan sejak minggu lalu dan melakoni tanding lawan PSMS Medan lebih dulu, Minggu (5/5). “Kami berangkat dari Karawang perlu biaya besar. Belum lagi biaya menginap selama di Medan, makan dan sebagainya. Ini harusnya menjadi tanggung jawab operator kompetisi, LPIS. Mereka harus mempertanggung jawabkan dana klub yang sudah keluar,” ujar Suimin.
Mantan pelatih PSMS ini menegaskan ini semua terjadi karena ketidakbecusan LPIS membuat jadwal. “Kalau seperti ini terus ya klub yang rugi. Ini bukan soal menang WO atau tiga poin. Tapi, bagaimana nasib kompetisi ini ke depannya. Kalau jadwal yang disusun seperti ini. Harusnya dipastikan dulu tim itu siap mengikuti kompetisi atau tidak, baru jadwalnya disusun,” bebernya.
“Ini kan bukan pertama kali seperti ini (W0). Beberapa kali pertandingan ditunda dan segala macam. Masih banyak pengurus klub yang bersemangat untuk mempersiapkan tim. Tapi mereka harus kecewa dengan hal-hal seperti ini,” ungkapnya.
Seperti diketahui Medan Jaya tiba-tiba masuk divisi utama LPIS seiring keluarnya dengan SK PSSI No.SKEP/52/JAH/IV/2013 per 12 April 2013. Medan Jaya diplot menggantikan PSP Padang yang mengundurkan diri.
Pelatih Persika Karawang, Suimin Diharja kesal. Menurutnya, biaya tim yang tidak sedikit sudah terlanjur keluar karena menanti jadwal lawan Medan Jaya. Persika sudah berada di Medan sejak minggu lalu dan melakoni tanding lawan PSMS Medan lebih dulu, Minggu (5/5). “Kami berangkat dari Karawang perlu biaya besar. Belum lagi biaya menginap selama di Medan, makan dan sebagainya. Ini harusnya menjadi tanggung jawab operator kompetisi, LPIS. Mereka harus mempertanggung jawabkan dana klub yang sudah keluar,” ujar Suimin.
Mantan pelatih PSMS ini menegaskan ini semua terjadi karena ketidakbecusan LPIS membuat jadwal. “Kalau seperti ini terus ya klub yang rugi. Ini bukan soal menang WO atau tiga poin. Tapi, bagaimana nasib kompetisi ini ke depannya. Kalau jadwal yang disusun seperti ini. Harusnya dipastikan dulu tim itu siap mengikuti kompetisi atau tidak, baru jadwalnya disusun,” bebernya.
“Ini kan bukan pertama kali seperti ini (W0). Beberapa kali pertandingan ditunda dan segala macam. Masih banyak pengurus klub yang bersemangat untuk mempersiapkan tim. Tapi mereka harus kecewa dengan hal-hal seperti ini,” ungkapnya.
Seperti diketahui Medan Jaya tiba-tiba masuk divisi utama LPIS seiring keluarnya dengan SK PSSI No.SKEP/52/JAH/IV/2013 per 12 April 2013. Medan Jaya diplot menggantikan PSP Padang yang mengundurkan diri.

