Selamat Datang | |


Breaking
    Loading ...

Kamis, 27 Juni 2013

Alves Tak Diboyong, PSIS Semarang Andalkan Striker Lokal

By
Updated : Kamis, 27 Juni 2013 01.51.00
image
PSIS hanya mengandalkan tiga striker lokal di lini depan saat melawat ke markas PS Bangka di Stadion Orom Sungailiat, Jumat (28/6). Penyerang berdarah Bali I Nyoman Sukarja, eks PON Jateng 2012 Hari Nur dan striker kuat bertenaga Roby Fajar mengemban misi menciptakan gol.

Hal itu dikarenakan, Addison Alves yang digadang-gadang dapat tampil, masih berkutat pada cedera. Pemain berdarah Brasil itu harus menepi lantaran robek di tumit kanannya tak kunjung sembuh. Meski terkesan terlambat, dokter tim akhirnya memutuskan menjahit luka mengaga itu, hari ini.

Diperkirakan, robek yang didapat saat tampil melawan PSCS, Senin (17/6) itu, baru akan kering dalam empat lima hari ke depan. Bila memungkinkan, akan diturunkan saat tim kebanggaan warga Kota Semarang menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Jatidiri, Rabu (3/7).

''Sebenarnya kami membutuhkan tenaga Alves di 12 besar. Namun apa boleh buat, dia tidak dalam kondisi terbaik. Harus bersitirahat untuk mememulihkan cederanya. Bila ditanya apakah merugikan tim, tentu saja kami sangat merugi. Karena, kami butuh kekuatan terbaik untuk mencuri poin di Bangka,'' tutur Pelatih PSIS Firmandoyo.

Tak dapat dipungkiri, ketergantungan terhadap Alves mulai terjadi sejak paruh kedua Divisi Utama musim ini. Dalam tujuh penampilannya, striker 31 tahun itu mampu mengemas enam gol. Sebenarnya, dia berpeluang menambah pundi-pundi golnya, bila dapat tampil di laga perdana 12 besar.

Melihat kondisi saat ini, Firmandoyo harus dapat mempercayakan lini depan kepada penyerang lokal. Meski belum sempurna, penampilan Hari Nur juga tidak terlalu buruk. Penyerang bernomor punggung 22 itu mampu mengemas enam gol, sama dengan Alves.

Roby dan Sukarja juga telah pecah telur. Roby yang dikenal memiliki tenaga kuat telah mengoleksi tiga gol sedangkan Sukarja satu gol. Keduanya memang lebih sering menghangatkan bangku cadangan, namun kerap kali memecah kebuntuan saat diturunkan.

"Kami menaruh harapan kepada penyerang-penyerang lokal untuk dapat menciptakan gol. Meski akan lebih berat, peluang untuk pulang dengan kepala tegak belum tertutup. Anak-anak memiliki motivasi yang besar untuk mewujudkannya," tandas pelatih asal Semarang itu.

Daya dobrak juga akan dibantu gelandang-gelandang dengan tipikal penyerang. Sebut saja Imral ''Korea'' Usman, M Irfan, I Gede Jeno, atau gelandang Ronald Fagundez. Para pemain ini kerap memberikan tekanan ke jantung pertahanan lawan, saat striker mendapatkan pengawalan ketat.



Berita Terkait

Comment