PT Liga Indonesia
(LI) menegaskan jumlah peserta kompetisi Divisi Utama musim depan akan
membengkak. Saat ini, kompetisi level dua di Tanah Air tersebut diikuti
44 tim. Pada musim 2013/2014, peserta akan mencapai 64 klub.
CEO PT LI Joko Driyono mengemukakan, membengkaknya klub kontestan
Divisi Utama akibat penyatuan dua liga yang saat ini masih diputar,
yaitu versi LI dan Liga Prima Indonesia Sportindo
(LPIS). Penyatuan juga
amanah Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Hotel Borobudur, 17 Maret lalu.
"Kami sudah mengatur teknis dan regulasinya. Yang pasti, Divisi Utama
musim depan menjadi 64 tim," kata Joko Driyono, Selasa (9/7).
Pria
yang juga menjabat Sekjen PSSI itu mengutarakan, 64 klub tersebut
terdiri atas 44 tim dari Divisi Utama LI dan 20 LPIS. Dari 20 klub LPIS,
rinciannya adalah tujuh tim berasal dari bekas kompetisi Indonesia
Premier League (IPL) dan 13 dari Divisi Utama. Sejauh ini, klub peserta
kompetisi IPL sebanyak 16 klub. "Nanti empat klub peringkat teratas IPL
akan gabung ISL musim depan," ujar dia.
Menurutnya, dengan
hengkangnya empat tim ke ISL, maka peserta IPL menyisakan 12 klub.
Namun, dari jumlah itu, lima klub di antaranya tidak diakui PSSI, yaitu
Persibo Bojonegoro, Persema Malang, Persebaya 1927, Arema Indonesia dan
Persija Jakarta. Untuk tiga tim yang disebut terakhir dianggap kloningan
dari klub di ISL, sehingga PSSI tak mengakui keberadaannya.
Tiga
klub tersebut otomatis akan bubar setelah menjalani kompetisi IPL.
Adapun, Persibo dan Persema, keduanya sudah bukan anggota PSSI lagi
setelah diputuskan melalui Kongres Bali. Gara-garanya, kedua klub asal
Jatim itu keluar dari ISL, kemudian memilih bergabung dengan kompetisi
yang baru dibentuk pengusaha Arifin Panigoro pada 2010, yaitu Liga Prima
Indonesia (LPI).
"Jadi yang berhak gabung Divisi Utama hanya
tujuh tim, sedangkan yang lima itu sudah tidak ada. Untuk Persibo dan
Persema, mungkin bisa memulai kompetisi dari level terendah atau
bagaimana, permasalahannya masih berjalan," ungkap dia.
Mengenai
13 tim dari Divisi Utama LPIS yang akan bergabung di Divisi Utama musim
depan, pihaknya menyerahkan kepada pengelola kompetisi tersebut. Hanya
saja, Joko bakal memverifikasi apakah klub-klub tersebut memenuhi syarat
atau tidak untuk bergabung bersamanya.
"Jika klub yang ditunjuk
mengalami dualisme, tentu akan kami coret. Kami minta penggantinya dan
yang lebih penting klub yang diajukan harus sudah menjadi anggota PSSI,"
katanya. (suaramerdeka.com)

