Habis sudah batas kesabaran Manajemen Sriwijaya FC menantikan pemain
asal Liberia Erick Weeks Lewis. Diberikan batas waktu hingga Sabtu
(16/2), belum terdapat tanda-tanda Weeks datang ke Palembang.
“Sesuai dengan komitmen saya beberapa waktu lalu, kedatangan Erick
Weeks kita tunggu hingga satu minggu atau Sabtu ini (kemarin -red). Kita
sudah tidak menunggu Erick lagi dan kontrak sudah putus. Ya karena
besok (hari ini) kita mau bertanding dan dia hari ini (kemarin -red)
tidak datang, ya sudah resmi selesai,” tegas Manajer Sriwijaya FC Robert
Heri seperti dilansir 12paz, Ahad (17/2)
Robert menjelaskan, manajemen saat ini tidak mengetahui keberadaan Weeks. “Antara manajemen dan pemain yang bersangkutan sudah lost contact. Apakah dia sudah di Malaysia dan sudah pergi ke tempat lain, semua tidak tahu,” sambungnya.
Menurut pria yang juga Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi
Sumsel ini, manajemen telah bekerja sangat keras untuk membantu Erick.
“Kami tidak tahu apa alasan yang sebenarnya, karena dari pihak kami,
apa yang diperlukannya sudah dilakukan dan dibantu. Yang jelas kami
sudah tentukan hari ini (kemarin -red) terakhir dia harus ada di
Palembang. Ternyata dia tak muncul berarti selesai,” tambah Robert.
Weeks memang telah menghilang dari Sriwijaya FC sejak awal November
2012. Informasinya, kala itu Weeks ditangkap oleh pihak Imigrasi Jakarta
yang melakukan razia saat sedang berkumpul bersama rekan-rekannya warga
Afrika di salah satu apartemen kawasan Tangerang. Karena tidak memiliki
berkas Imigrasi yang lengkap, Weeks dideportasi ke negara asalnya
Liberia.
Penyelesaian berkas Imigrasi Weeks mulai dari surat calling visa hingga
Keterangan Izin Tinggal Sementara (KITAS) terus diupayakan Manajemen
Sriwijaya FC. Sekitar tiga pekan yang lalu, Weeks sempat ke Singapura
untuk membuat KITAS, tapi ternyata gagal. Harapan terakhir untuk membuat
di Malaysia, sepertinya juga menuai kegagalan.
Asisten Manajer Sriwijaya FC Muchendi Mahzarekki menyatakan
sepertinya sudah tidak ada harapan bagi Weeks untuk tetap dipertahankan.
“Saya dapat informasi Weeks juga ditolak di Malaysia. Jadi mau
bagaimana lagi, sudah tidak ada harapan,” jelasnya.
Manajemen, kata putra sulung Bupati OKI Ishak Mekki ini tidak bisa
berlarut-larut dengan persoalan Weeks. Performa angin-anginan Ponaryo
Astaman dan kawan-kawan selama ini, dikatakan Muchendi juga dipengaruhi
persoalan Weeks. “Kita belum ada rencana untuk mencari pemain lain. Tapi
yang jelas secepatnya akan dibahas mengenai pemutusan kontrak dan
lain-lainnya,” katanya. (bolaindo)