Perlahan
namun pasti, klub promosi Indonesia Super League 2012/2013, Persepam
Madura United (P-MU), mulai meninggalkan zona merah degradasi. Skuad
asuhan pelatih Daniel Roekito ini semakin berkembang dan tak lagi dicap
sebagai tim lemah yang mudah dikalahkan.
Langkah P-MU di awal musim ini memang cukup mengkhawatirkan. Di tiga
laga pertama, Laskar Sape Kerap menjadi bulan-bulanan lawan mereka yang
sudah lebih mapan di ISL. Sepuluh gol bersarang di gawang P-MU, tanpa
mampu mencetak satu gol pun.
Gol pertama sekaligus poin perdana baru diperoleh saat menjamu
Persidafon di Stadion Bangkalan, Madura, (9/3), berkat kemenangan 2-1.
Kemenangan itu menjadi titik balik kebangkitan P-MU, hingga akhirnya
keluar dari zona degradasi setelah mengalahkan tim papan atas, Mitra
Kukar 3-1, di kandang sendiri, Minggu (3/3).
Kemenangan atas Mitra Kukar memang sangat besar artinya bagi P-MU.
Pasalnya, sebelum laga ini, tidak ada yang menduga Zaenal Arief dkk
mampu mengalahkan Mitra Kukar yang tengah berburu posisi puncak
klasemen, dengan selisih dua gol. Motivasi pemain untuk bersaing di ISL
pun semakin membumbung.
“Ternyata anak-anak bisa melepaskan diri dari tekanan mental, dan
mereka bisa menjalani pertandingan sesuai dengan intruksi yang telah
kami berikan. Saya salut dengan usaha perjuangan anak-anak,” kata
Daniel Roekito, pelatih Persepam MU.
Dukungan penuh dari para pendukung setia P-MU, juga turut berpedan
pada menanjaknya grafik performa tim yang musim lalu berada di posisi
ketiga Divisi Utama 2011/2012 itu.
“Inilah hasil perjuangan kami, ini semua untuk warga Madura. Terima
kasih atas dukungan yang diberikan. Meski saya diganti pada menit-menit
akhir saat lawan Mitra, itu murni karena kepentingan taktik, kami
berjuang demi tim,” ujar Zaenal Arief, kepada ligaindonesia.co.id, Senin
(4/3).
“Saya makin optimis, jika P-MU adalah tim yang bisa melanjutkan tren
bagus. Nyatanya, meski berbagai prediksi mengunggulkan Mitra Kukar, kami
bisa menang,” tandas Achsanul Qosasi, manajer P-MU.

