Ada yang berbeda dalam kostum Persema di Indonesian Premier League
(IPL) 2013. Dalam dua kali penampilannya, Persema kini menggunakan
kostum kebesaran berwarna biru muda. Sebelumnya, tim kebanggaan warga
Kota Malang ini tidak lepas dari kostum warna merah apabila main di
kandang.
Beberapa perubahan memang tengah dilakukan oleh manajemen Persema.
Setelah logo Persema diganti dan kembali ke logo yang lama, julukan tim
yang selama ini bernama Laskar Ken Arok, juga berubah menjadi Bledek
Biru.
Dan tak hanya julukan, logo, maupun warna kostum. Persema terus
melakukan perubahan ke arah tim yang profesional. Kali ini di dada
kostum Persema tercantum logo Kilerfish. “Memang, banyak orang yang
bertanya-tanya produk apa itu,” ungkap Moses Hutabarat, Business
Development Manager Persema.
Menurut pria berkacamata ini, Persema mendapat dukungan dari produk
minuman energi yang berasal dari Jerman. Diakuinya, nama produk ini
memang baru dan belum banyak dikenal di Indonesia. “Mungkin beberapa
waktu lagi akan masuk ke Indonesia,” ungkapnya, Senin (4/3).
Dengan adanya dukungan dari produk minuman energi impor ini, Persema
juga jelas lebih terbantu dari segi finansial. Menurutnya, memang ada
kompensasi dari produk ini kepada klub dan sangat menguntungkan. “Para
pendukung Persema, terutama dari luar kota memang sangat memperhatikan
perubahan kostum, logo, maupun sponsor. Mereka banyak yang bertanya
kepada kami,” jelas Moses.
Dan dalam laga perdana di kandang Persema, saat menjamu Bontang FC di
Stadion Gajayana, Malang, Sabtu (2/3) lalu, beberapa SPG minuman energi
ini sudah memasarkannya di depan pintu masuk stadion. Di saat itulah
banyak orang yang baru mahfum bila Killerfish adalah produk minuman
berenergi baru.
Selain mendapat dukungan dari Killerfish, Persema juga mendapat support dari Indonesia Jersey (Injers), sebuah perusahaan jersey asal Kota Malang. Sebelumnya, Indonesia Jersey banyak bergerak dalam pembuatan kostum olahraga basket dan futsal.
Sementara, di dada kostum tim logo Persema yang baru memang benar-benar berbeda daripada yang dulu. Di logo ini adalah slogan “Malang Nomonir, Sursum Moveor”
yang artinya Malang Namaku, Maju Tujuanku. Logo ini sebenarnya
mengadaptasi logo Malang tahun 1914. Logo ini memang ada kolaborasi
antara logo lama yang dibuat oleh pendiri Persema, M. Sardjono
Wiryohardjono pada 20 Juni 1953 dan logo di era kolonial buatan Herman
Thomas Karsten.(*)


