Mantan pemain PPSM Magelang ini dicoret dari skuat, lantaran insipliner diantaranya ketahuan merokok.
Pemain PSMS Divisi Utama LPIS, Muhammad Azwad yang didepak karena
indisipliner tak bisa berbuat banyak. Dia mengaku menerima keputusan
pelatih, Edy Syahputra.
"Saya sudah tahu keputusan itu (dicoret). Ya mau bagaimana lagi, enggak apa-apa. Saya salah mungkin. Saya terima, karena ini keputusan mereka," ujarnya kepada GOAL.com Indonesia.
Pemain naturalisasi usia 19 tahun ini menambahkan, sejatinya sudah berusaha minta maaf ke pelatih dan tim di manajemen. "Saya sudah ucapkan ke pelatih dan lain-lain kata minta maaf tapi keputusan itu ternyata enggak bisa diubah karena sudah jadi putusan," tambahnya.
Mantan pemain PPSM Magelang ini dicoret dari skuat, lantaran insipliner diantaranya ketahuan merokok. Gelandang ini mengatakan tindakannya ini bukan bentuk dari stres karena belum juga bisa bermain bersama tim dalam empat laga yang sudah dilakoni Saktiawan Sinaga dkk. Azwad terganjal administrasi alih status dari amatir ke profesional.
"Saya enggak khilaf enggak stres makanya merokok. Saya hanya beberapa kali merokok dan inilah mungkin akibatnya. Saya akan jadikan ini pelajaran juga buat atlet lain agar tidak merokok," ungkapnya.
Dia sebenarnya berharap diberi kesempatan. " Iya saya tahu tidak boleh merokok di mes. Tapi kan bisa dikasih tahu sekali, dua kali kalau tiga kali baru langsung dicoret," timpalnya.
Azwad mengaku belum ada rencana konkret pascatak lagi dipakai PSMS. "Soal rencana saya belum tahu, apakah akan ke Jakarta atau PSDS (Deliserdang). Karena klub banyak dan bukan hanya PSMS. Semoga saya diberikan jalan yang terbaik. Saya harus semangat dan akan tetap semangat," lanjutnya.
Azwad juga mengatakan tak berharap gaji sejak ikut persiapan tim di PSMS dibayar. "Saya enggak berharap dikasih gaji. Gaji saya itu saya ikhlaskan dan boleh juga diberikan manajemen ke anak yatim. Karena rezeki bukan kita yang atur," jelasnya.
Dia mengaku tidak kesal dengan keadaan yang menimpanya. "Tidak, saya tidak kesal. Saya juga banyak belajar di sini (Medan) dan senang bisa ketemu kawan-kawan di Medan. Dan bisa jadi bagian PSMS merupakan hal yang menyenangkan. Semoga PSMS selalu bagus ke depannya," pungkasnya.
"Saya sudah tahu keputusan itu (dicoret). Ya mau bagaimana lagi, enggak apa-apa. Saya salah mungkin. Saya terima, karena ini keputusan mereka," ujarnya kepada GOAL.com Indonesia.
Pemain naturalisasi usia 19 tahun ini menambahkan, sejatinya sudah berusaha minta maaf ke pelatih dan tim di manajemen. "Saya sudah ucapkan ke pelatih dan lain-lain kata minta maaf tapi keputusan itu ternyata enggak bisa diubah karena sudah jadi putusan," tambahnya.
Mantan pemain PPSM Magelang ini dicoret dari skuat, lantaran insipliner diantaranya ketahuan merokok. Gelandang ini mengatakan tindakannya ini bukan bentuk dari stres karena belum juga bisa bermain bersama tim dalam empat laga yang sudah dilakoni Saktiawan Sinaga dkk. Azwad terganjal administrasi alih status dari amatir ke profesional.
"Saya enggak khilaf enggak stres makanya merokok. Saya hanya beberapa kali merokok dan inilah mungkin akibatnya. Saya akan jadikan ini pelajaran juga buat atlet lain agar tidak merokok," ungkapnya.
Dia sebenarnya berharap diberi kesempatan. " Iya saya tahu tidak boleh merokok di mes. Tapi kan bisa dikasih tahu sekali, dua kali kalau tiga kali baru langsung dicoret," timpalnya.
Azwad mengaku belum ada rencana konkret pascatak lagi dipakai PSMS. "Soal rencana saya belum tahu, apakah akan ke Jakarta atau PSDS (Deliserdang). Karena klub banyak dan bukan hanya PSMS. Semoga saya diberikan jalan yang terbaik. Saya harus semangat dan akan tetap semangat," lanjutnya.
Azwad juga mengatakan tak berharap gaji sejak ikut persiapan tim di PSMS dibayar. "Saya enggak berharap dikasih gaji. Gaji saya itu saya ikhlaskan dan boleh juga diberikan manajemen ke anak yatim. Karena rezeki bukan kita yang atur," jelasnya.
Dia mengaku tidak kesal dengan keadaan yang menimpanya. "Tidak, saya tidak kesal. Saya juga banyak belajar di sini (Medan) dan senang bisa ketemu kawan-kawan di Medan. Dan bisa jadi bagian PSMS merupakan hal yang menyenangkan. Semoga PSMS selalu bagus ke depannya," pungkasnya.

