Persija Jakarta berhasil mengalahkan Liberia Selection dengan skor 5-3
pada laga ujicoba di POR Pelita, Sawangan, Senin (6/1) petang. Usai laga
ujicoba ada kejutan dari manajemen tim berjuluk Macan Kemayoran ini.
Ya, Persija akhirnya memastikan merekrut bomber anyar Mario Alejandro Costas. Eks striker Persela Lamongan ini menjadi jawaban, lantaran bidikan utama asal Kamerun, Pierre Boya, masih terkendala soal dokumen internasional.
Meski sudah mencoba gelandang Sierra Leone, Shaka Bangura, namun posisi striker tetap jadi incaran Persija. Hal ini disampaikan Manajer tim, Ferry Paulus.
"Shaka itu gelandang, tugasnya bukan mencetak gol. Kami butuh goal getter sesuai kebutuhan tim. Saat Trofeo Persija, golnya dari bola mati. Sementara, Costas, sejak masuk sesi latihan, dia selalu cetak gol, dan sudah kenal atmosfer Indonesia Super League (ISL)," papar Ferry.
Masuknya Costas juga menjadi stretegi pelapis, andaikata Boya datang terlambat ke Indonesia.
"Manajemen memberi deadline hingga sebelum 13 Januari 2013, untuk Boya. Sebagai langkah antisipasi, kami pun mengontrak Costas. Bidikan kami lainnya adalah Naohiro Takahara," bebernya.
Nama terakhir adalah legiun asing asal Jepang yang sudah berusia 34 tahun. Nama Takahara sempat harum satu dekade silam, lantaran akrab tampil di Bundesliga Jerman.
"Alternatif kami tinggal Takahara, selain dari Asia, kedatangannya tak sesulit Boya," pungkas Ferry. (ligaindonesia) (ICH)
Ya, Persija akhirnya memastikan merekrut bomber anyar Mario Alejandro Costas. Eks striker Persela Lamongan ini menjadi jawaban, lantaran bidikan utama asal Kamerun, Pierre Boya, masih terkendala soal dokumen internasional.
Meski sudah mencoba gelandang Sierra Leone, Shaka Bangura, namun posisi striker tetap jadi incaran Persija. Hal ini disampaikan Manajer tim, Ferry Paulus.
"Shaka itu gelandang, tugasnya bukan mencetak gol. Kami butuh goal getter sesuai kebutuhan tim. Saat Trofeo Persija, golnya dari bola mati. Sementara, Costas, sejak masuk sesi latihan, dia selalu cetak gol, dan sudah kenal atmosfer Indonesia Super League (ISL)," papar Ferry.
Masuknya Costas juga menjadi stretegi pelapis, andaikata Boya datang terlambat ke Indonesia.
"Manajemen memberi deadline hingga sebelum 13 Januari 2013, untuk Boya. Sebagai langkah antisipasi, kami pun mengontrak Costas. Bidikan kami lainnya adalah Naohiro Takahara," bebernya.
Nama terakhir adalah legiun asing asal Jepang yang sudah berusia 34 tahun. Nama Takahara sempat harum satu dekade silam, lantaran akrab tampil di Bundesliga Jerman.
"Alternatif kami tinggal Takahara, selain dari Asia, kedatangannya tak sesulit Boya," pungkas Ferry. (ligaindonesia) (ICH)