
Persisam
Putra Samarinda akan menjalani laga kandang pertama yang cukup spesial
di Indonesia Super League 2012/2013. Dikatakan spesial karena lawan yang
akan dihadapi di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (20/1) esok, adalah
Sriwijaya FC, sang juara bertahan ISL.
Lebih terasa spesial lagi, laga ini sarat akan emosi dan dendam,
mengingat drama menegangkan di final Inter Island Cup 2012 tentu belum
hilang dari ingatan skuad Pesut Mahakam. Kala itu, gelar juara yang
sudah di depan mata, buyar begitu saja akibat kecolongan di menit akhir.
Saat laga dilanjutkan dengan adu penalti, Persisam kalah beruntung, dan
harus rela melihat Sriwijaya FC menggondol piala Inter Island Cup untuk
yang kedua kalinya.
Dengan sederet fakta tersebut, pelatih Persisam, Sartono Anwar,
meminta kepada pemainnya untuk belajar dari pengalaman. "Tim kami sempat
unggul dua kali dan akhirnya bisa dikejar pada menit akhir. Yang
menyakitkan tim kami harus kalah dalam adu penalti. Momen ini harus
tetap menjadi ingatan anak-anak pada pertandingan Minggu besok sebagai
motivasi mereka," kata Sartono Anwar.
“Kita harus siap, siapapun lawan yang dihadapi. Main bola itu
memerlukan fokus 2x45 menit. Jika Anda hanya fokus di 85 menit, maka 5
menit sisanya bisa saja memunculkan kekalahan,” imbuh Sartono Anwar.
Fokus, disiplin dan konsentrasi sepanjang pertandingan memang hal
yang terus diingatkan oleh Sartono. Maklum saja, secara teknis, Bayu
Gatra dkk, sudah tidak diragukan lagi, meski mayoritas masih berusia
muda. Bertanding pertama kalinya di kandang sendiri, Sartono sadar
timnya memiliki beban cukup berat untuk memetik kemenangan.
“Harus maksimal agar dapat poin penuh. Tetapi itu tidak mutlak, yang
mutlak itu bagaimana tim bisa menampilkan permainan dengan bagus,”
terangnya.
Di sisi lain, pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi mengingatkan anak
asuhnya untuk ekstra waspada terhadap permainan kolektif Persisam.
Apalagi, Persisam diyakini akan tampil dengan motivasi tinggi di kandang
mereka.
"Mereka bermain kolektif, itu sudah kami rasakan di final IIC. Namun
ini bukan laga final, tetapi ISL, kesalahan sedikit saja akan berdampak
kepada hasilnya. Saya sudah melakukan drill terakhir agar anak-anak
tampil disiplin dan bekerja keras," kata Kas Hartadi.
Kas mengaku sudag menyiapkan strategi khusus untuk meredam semangat
para pemain Persisam yang siap membalas kekalahannya di final Inter
Island Cup 2012. Dengan kemampuan yang hampir merata di semua lini, pria
asal Solo itu mengintruksikan kepada para pemainnya untuk melakukan
pengawalan kolektif untuk semua pemain.
“Sangat berbahaya bila hanya melakukan pengawalan kepada salah satu atau dua pemain lawan. Materi pemain Persisam cukup bagus, makanya semuanya perlu dikawal dan patut diwaspadai," urai Kashartadi.
Disinggung mengenai target, Kashartadi tidak mengusung ambisi muluk, karena itu pihaknya hanya menargetkan satu poin pada laga menghadapi Persisam. "Kalau musim kemarin kami bisa meraih poin, makanya kali ini kami juga harus bisa, meskipun hanya cukup satu poin," tegas Kas Hartadi. (LI)
“Sangat berbahaya bila hanya melakukan pengawalan kepada salah satu atau dua pemain lawan. Materi pemain Persisam cukup bagus, makanya semuanya perlu dikawal dan patut diwaspadai," urai Kashartadi.
Disinggung mengenai target, Kashartadi tidak mengusung ambisi muluk, karena itu pihaknya hanya menargetkan satu poin pada laga menghadapi Persisam. "Kalau musim kemarin kami bisa meraih poin, makanya kali ini kami juga harus bisa, meskipun hanya cukup satu poin," tegas Kas Hartadi. (LI)

