SOLO - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pasoepati menggelar rapat konsolidasi antar koodinator wilayah (Korwil) Pasoepati, Jum’at (19/1) malam. Bertempat di Balai Persis, rapat yang dihadiri pengurus DPP Pasoepati, 17 pengurus Korwil serta puluhan anggota tersebut menghasilkan keputusan terkait sikap Pasoepati menyikapi keikutsertaan klub kebanggaan mereka, Persis Solo dalam kompetisi musim depan.

Presiden Pasoepati, Bimo Putranto yang memimpin langsung rapat tersebut mengatakan, apapun hasil rapat tersebut, itu merupakan kesepakatan bersama dari Pasoepati.

“ Apapun hasil dari rapat ini, merupakan suara dari Pasoepati dan akan kita jalankan. Kita semua akan All Out melaksanakannya.”, ucapnya ketika membuka rapat tersebut.

Sebelumnya, korwil Pasoepati dari Solo Raya dan luar Solo telah melakukan koordinasi dengan para anggotanya untuk mengeluarkan sikap terhadap kondisi Persis Solo yang terancam terjadi dualisme lagi.

Dan hasil dari rapat DPP Pasoepati tersebut adalah 17 dari 18 Korwil Pasoepati sepakat untuk mendukung Persis Solo tetap berkompetisi di bawah naungan PSSI. Selain itu, mereka juga menuntut perombakan manajemen Persis Solo ke arah positif.

Sekjen Pasoepati, Anwar Sanusi mengatakan, Pasoepati jangan terjebak dengan isu ilegal dan legal yang selama ini berhembus di persepakbolaan tanah air. Menurutnya, federasi hanya ada satu yaitu PSSI.

“ Bicara Persis Solo, kita bicara sejarah, dimana sejak dulu Persis Solo selalu berada di bawah naungan PSSI. Berbagai gelar diraih dibawah naungan PSSI. Sekali lagi kita jangan terbawa isu legal dan ilegal. Saya harapkan hanya ada pernyataan, dibawah naungan PSSI atau KPSI.” tegasnya.

Selain membahas tentang sikap terhadap Persis Solo, rapat tersebut juga membahas agenda perayaan HUT Pasoepati yang ke-13 yang jatuh pada 9 Februari mendatang. Rencananya, Pasoepati akan melakukan kegiatan bakti sosial di panti asuhan serta panti jompo. Selain itu, akan diadakan juga aksi donor darah.[cho]