"Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Untuk menghadapi puasa sampai lebaran pun tidak ada pemasukan sama sekali. Manajemen belum memberi kepastian kapan gaji kami dibayar," ungkap gelandang Bayu Andra, Senin (8/7).
Untuk kedua kalinya, para pemain Persis diharuskan menghadapi kenyataan belum dibayarnya gaji bulan kedua. Sama seperti halnya gaji bulan pertama, April, gaji bulan Mei ini juga tidak jelas. Saat gaji bulan pertama saja, pembayaran pun harus dilakukan dengan diangsur beberapa kali.
Bahkan pemain pun sempat mengancam mogok berlatih dan bertanding sebelum manajemen membayarkan gaji mereka. "Kalau sekarang pasti akan sulit lagi. Karena kami sudah tidak berlatih, pertandingan pun tidak ada. Apa mau mengancam mogok latihan dan bertanding," ungkap pemain yang mendapat sanksi dari Komdis PSSI saat membela Persibo Bojonegoro di Piala AFC beberapa waktu lalu itu.
Adapun striker Persis LPIS, Ferry Anto mengaku bingung dengan kondisi kompetisi seperti saat ini. "Tidak jelas semuanya. Manajemen pun sering lari dari tanggung jawab saat ada permasalahan, terutama soal gaji," tandas pemain yang menjadi top skor sementara tim ini.
Dilihat dari klasemen sementara, dengan tidak bertandingnya Laskar Sambernyawa dalam dua laga terakhir, melawan Persifa Fak-Fak (30/6) dan Persemalra Maluku Tenggara (4/7) membuat posisi Persis terus turun. Jika awalnya Persis berada di posisi runner-up saat ini kemungkinan berada di peringkat keempat di bawah PSS Sleman, Persekap Pasuruan dan Persenga Nganjuk.
"Kami tetap pada keputusan awal bahwa latihan baru digelar lagi setelah Lebaran. Sekalian menunggu jawaban dari PT LPIS tentang beberapa keluhan kami," sambung Manajer Persis LPIS, Joni Sofyan Erwandi. (suaramerdeka.com)

