PSIR Rembang membawa pulang satu poin dalam lawatan ke Stadion Mulawarman,
Bontang, Minggu (22/9) sore. Berangkat dari Rembang hanya dengan 11
pemain Laskar Dampo Awang--julukan PSIR--sukses menahan tuan rumah
dengan skor 3-3. Tiga gol PSIR dicetak Yoni Ustaf Buchori saat laga
baru berjalan delapan menit, disusul Efendi menit 18, dan Rudi Santoso
di menit 77.
Sebaliknya, Bontang yang sempat tertinggal dua gol membalas lewat
penalti Jimmy Kidega menit 19 dan Hendri Satriadi menit 68. Nurcholis
Hamdi mencetak gol terakhir di menit 92 sekaligus menghindarkan tuan
rumah dari kekalahan setelah gelandang PSIR, Rudi Santoso, menceploskan
gol ketiga. Hasil imbang ini disyukuri Pelatih PSIR Hariyanto mengingat
pasukannya baru tiba di stadion setengah jam sebelum kick off.
"Dari Balikpapan kita naik mobil sewaan ke Bontang, tiba di stadion jam
setengah empat sore. Jadi anak-anak pemanasan sebentar langsung main,"
tutur Hariyanto, Senin (23/9) pagi. Pelatih berkacamata ini tak
menyangka bisa mengimbangi tuan rumah karena hanya membawa pemain
pas-pasan. Rombongan PSIR berjumlah 12 orang, yakni 11 pemain plus satu
pelatih yang tak lain Hariyanto sendiri.
Itupun sebagian besar anak-anak muda lokal Rembang yang berusia di
bawah 20 tahun. Satu-satunya pemain senior yang dibawa adalah Suyono,
sementara striker asing Cristian Lenglolo juga tidak masuk dalam
rombongan. "Sengaja saya bawa anak-anak muda yang punya semangat tinggi.
Mereka juga tidak rewel diajak menempuh perjalanan darat dari
Balikpapan ke Bontang selama lima jam," sambungnya.
Hariyanto gembira deretan penggawa muda PSIR, dua di antaranya Nanang
Hermawan dan Koko Hermanto, tidak gentar menghadapi Bontang yang
diperkuat dua pemain asing. "Kita sempat unggul dulu 2-0 lalu disamakan
2-2, unggul lagi 3-2 sebelum akhirnya Bontang mencetak gol ketiga.
Bagaimanapun hasil itu patut disyukuri, apalagi sebelumnya kita sempat
bimbang antara jadi berangkat ke Bontang atau tidak," tutup Hariyanto.
(ligaprima.com) (KAR)